Dihujat Media Jepang, BTS Tuai Dukungan Dari Seorang Profesor

Rekanbola – Idol grup Bangtan Boys memang menjadi perbincangan karena prestasinya yang cukup bagus untuk musik Korea. Namun mereka juga tidak pernah lepas dari hujatan media jika melakukan sedikit kesalahan.

Seperti yang baru-baru ini dialami oleh Rap Monster cs yang mendapat kecamandari media Jepang. Hal itu tak lepas dari sosok Jimin BTS yang pernah menggunakan kaus bergambar bom atom.

View this post on Instagram

일본의 '도쿄스포츠'라는 언론에서 우리의 방탄소년단을 두고 또 어처구니 없는 트집을 잡았습니다. . 일본 투어를 앞둔 시점에서, 멤버 RM이 5년전에 올린 SNS 글을 가지고 트집을 잡기 시작했는데, "역사를 잊은 민족에게 미래는 없다"라고 쓴 문구에 대해 "한국이 일본을 비판하는데 쓰는 상투적인 말"이라고 비난했습니다. . 암튼 이 '도쿄스포츠'라는 곳은 몇 달전에도 "한국의 서경덕 교수만이 집요하게 '욱일기'를 '전범기'라고 부른다"며 어처구니 없는 트집기사가 전공인 아주 불쌍한 언론사 입니다. . 아무쪼록 방탄소년단의 말 한마디가 전 세계에 영향을 줄 수 있다는 것을 의식한 트집임이 분명합니다. 즉 방탄소년단의 글로벌한 영향력에 큰 두려움을 느끼는 대목이라고 볼 수 있습니다. . 그러니 이런 일본의 흠집내기를 위한 언론기사에 우리의 방탄소년단은 일일이 신경쓸 필요는 없다고 생각합니다. . 암튼 요즘 일본 정부와 언론은 매우 쫄아 있습니다. '팩트'를 늘 부정하다보니 이젠 '트집'과 '흠집'만 내려고 안달이 나 있는 상황이거든요. . 이럴때가 기회입니다. 할 일이 더 많아졌습니다. 더 분발할 생각입니다! . #대한민국 #한국 #방탄소년단 #BTS #일본 #정부 #언론 #쫄았구나 #서경덕 #서경덕교수

A post shared by 서경덕 (@seokyoungduk) on

Namun kecaman dan hujatan yang mereka dapatkan dari media Jepang malah membuat netizen Korea bersemangat. Pasalnya, mereka menganggap jika Jepang hanya iri dengan kesuksesan musik K-Pop yang kini mendunia.

Hal serupa disampaikan oleh seorang profesor dari Korea Sungshin Women University, Seo Kyung Deok. Dia sempat membahas mengenai pemboikotan yang akan dilakukan terhadap BTS.

Namun sebelumnya dia malah memuji Jimin yang menggunakan kaus tersebut karena mengingat sejarah negaranya. Selain itu dia emngingatkan BTS untuk tidak peduli terhadap pemboikotan tersebut karena prestasinya.

“Jika ada kalimat yang memojokkan seperti itu harusnya malah bisa menjadi semangat,” terang sang profesor. Hal itu disampikan langsung melalui Instagram pribadinya.

 

Baca Juga:   Umbar Lengan Penuh Tato, Amber Dituduh Lesbian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *