Diiming-imingi Hadiah Buka Rekening BCA, 3 Warga Medan Deli Mengaku Ditipu

 

Rekanbola – Tiga warga Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, masing-masing Misgiono (56), Rudi Mas Anto (43) dan Wagirin (61), mengaku telah menjadi korban penipuan oleh Awi (57), pria Thionghoa yang diketahui beralamat di Pasar 9, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Jumat (14/12) siang, ketiganya bercerita perihal penipuan itu kepada wartawan. Misgiono mengatakan, peristiwa itu berawal dari seorang kenalannya bernama, BK (50) yang datang ke rumahnya bersama Awi, Kamis (25/10/2018) siang.

Kedatangan keduanya mengaku untuk bagi-bagi rezeki dengan Misgiono, Rudi Mas Anto dan Wagirin. Mereka dijanjikan akan diberi uang tunai Rp1.010.000 secara cuma-cuma kepada ketiganya dengan syarat ketiganya harus membuka rekening di Bank BCA dengan uang tersebut.

“Awalnya si BK yang ngajak si Awi. Baru besoknya si Awi sendiri yang datang. Kepada kami si Awi ngaku rumahnya di Pasar 9 Tembung,” sebut Rudi Mas Anto.

Selanjutnya, Senin (5/11/2018) siang, Awi datang seorang diri ke kediaman Misgiono dengan memawa uang tunai yang dijanjikan dengan syarat, Misgiono harus membuka rekening di Bank BCA. “Kata si Awi, ngasih uangnya nanti di bank, selesai pembuatan rekeningnya,” beber Misgiono.

Keduanya pun berangkat ke Bank BCA Cabang Krakatau untuk membuka rekening Misgiono. Tiba di sana, ternyata uang yang dijanjikan dijadikan sebagai setoran awal rekening yang baru dibuat.

Misgiono tak mempermasalahkannya, karena toh rekening tersebut atas nama dirinya. Namun apa lacur, begitu rekening dibuat, alih-alih uang yang dijanjikan, buku tabungan dan kartu ATM malah diambil oleh Awi.

“Begitu siap buat rekening, dia mengambil ATM dan buku tabungan itu,” kata pria yang bekerja sebagai penjaga rumah itu.

Baca Juga:   Penjaga Makam di Samarinda Mengaku Perkosa Anak karena Sakit Hati Istri Selingkuh

Empat hari kemudian, tepatnya Jumat (9/11/2018) pagi, Awi datang ke rumah Rudi Mas Anto yang berada tak jauh dari kediaman Misgiono. Kepada Rudi, Awi juga berjanji memberikan uang Rp1.010.000 kepada Rudi dengan syarat membuka rekening di Bank BCA.

Rudi bersama Awi pun pergi ke Bank BCA Cabang Krakatau untuk membuat rekeningnya. Tak beda dengan Misgiono, setelah rekening tersebut selesai Awi mengambil ATM dan buku tabungan atas nama Rudi Mas Anto tersebut.

Berselang empat hari, Awi kemudian mendatangi Wagirin, Selasa (13/11/12/2018) pagi. Lagi-lagi dengan modus yang sama, Awi berhasil memperdaya Wagirin dan mengambil ATM bersama buku tabungan setelah membuka rekening di BCA Cabang Krakatau.

“Katanya bagi-bagi rezeki. Tapi begitu rekening tabungan kami selesai, dia malah mengambil ATM dan buku tabungan bersama saldo yang berada di dalam rekening terbesar sebesar Rp 1 juta. Kami takut dengan rekening bang atas nama kami, kalau digunakannya untuk penipuan,” kata Wagirin.

Kecurigaan mereka memang beralasan. Tak lama setelah kartu ATM dan buku tabungan itu diambil Awi, seorang pegawai bank BCA menghubungi mereka dan mengatakan bawa rekening mereka baru saja menerima transfer dari beberapa orang tak dikenal.

“Beberapa hari setelah buku tabungan saya siap dan diambilnya, pegawai bank BCA menelepon saya dan mengatakan jika rekening bank saya menerima transfer uang dari dua orang. Tapi nama kedua orang yang mentrasfer uang itu tidak saya kenal. Takutnya dia (Awi) sudah menipu orang dengan cara mentransferkan uang ke rekening atas nama saya itu,” kata Misgiono.

Hal yang sama juga dialami Rudi. Namun pihak bank yang meneleponnya mengatakan jika rekening bank miliknya bermasalah. “Saya juga ditelepon pihak bank dan mengatakan jika rekening bank saya bermasalah dan harus saya selesaikankan,” kata Rudi.

Baca Juga:   Kecelakaan di Tol Batang, Bupati Demak Dioperasi Besok

Hal serupa juga dialami Wagirin. Dia menerima telpon dari pihak bank BCA yang mengatakan jika rekening atas namanya bermasalah. “Ada masalah di rekening saya, itu kata orang bank BCA yang menelepon saya,” imbuh Wagirin.

Ketiganya pun mengaku sangat khawatir atas kejadia itu dan berencana melapor ke Mapolsek Medan Barat.

“Rencananya kami mau buat pengaduan ke Polsek Medan Barat agar polisi tau dan bisa membantu kami. Karena transaksinya di kantor BCA Krakatau, wilayah Polsek Medan Barat. Kami takut dia itu menipu banyak orang dengan rekening bank atas nama kami itu,” ujar ketiganya.