Dilarang ada sponsor dan titipan saat tes Sekolah Inspektur Polri

Rekanbola.com – Calon peserta Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun 2018 mengikuti tes psikologi. Jumlah peserta 10.940 terdiri dari personel Polri dari Satuan Kerja Mabes Polri dan 33 Polda.

“Dari 10.940 orang tersebut akan diambil 1.300 sesuai dengan kuota didik tahun 2018,” kata Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Irjen Arief Sulistyanto dalam keterangannya pada merdeka.com, Kamis (1/2).

Menurut Arief, seleksi sekolah untuk perwira Polri berlangsung transparan. Dia menegaskan dalam pelaksanaan seleksi diberlakukan ketentuan agar tidak ada anggota yang main curang.

“Larangan menggunakan sponsorship, katabelece dan titip-titipan. Bagi yang melanggar akan didiskualifikasi sehingga tidak bisa melanjutkan seleksi,” tegasnya.

Arief mengatakan aspek yang dinilai dalam tes psikologi meliputi kecerdasan kepribadian dan sikap kerja. Tujuan tes adalah untuk mengungkap potensi psikologis dari calon peserta.

Dari aspek kecerdasan, lanjutnya, akan diungkap kemampuan berpikir praktis, verbal, logis dan analitis. Dari aspek kepribadian akan diungkap potensi stabilitas emosi, prososial, penyesuaian diri, kepercayaan diri, pengambilan keputusan dan motif berprestasi.

“Sedangkan dari aspek sikap kerja akan diungkap potensi kecepatan kerja, ketelitian kerja dan ketahanan kerja. Metode tes dengan tes tertulis. Mekanisme tes dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Menurutnya, materi tes dilaksanakan oleh Tim Pokja. Sebelum melakukan penyusunan masing-masing anggota tim menandatangani pakta integritas untuk senantiasa menjaga kerahasiaan. Dalam penyusunan materi diawasi oleh pengawas internal dan setiap selesai pelaksanaan tugas membuat berita acara.

“Selesai dibuat, materi tes dimasukan kedalam CD dan diberi password kemudian disegel dan disimpan oleh pengawas internal,” tuturnya.

Pembukaan materi tes, kata Arief, dilaksanakan di depan peserta dan pengawas internal kemudian minta password kepada petugas posko pada Biropsikologi SSDM Polri. Setelah mendapatkan password, dilakukan penggandaan materi di tempat tes.

Baca Juga:   Kapolda Metro Jaya berikan penghargaan ke 9 polisi yang ungkap mafia tanah

“Selesai tes langsung dilakukan koreksi dengan sistem komputerisasi di depan peserta tes sehingga peserta dapat melihat proses koreksi dan langsung melihat hasilnya pada layar monitor.”

Arief menambahkan untuk melakukan koreksi tersebut panitia harus meminta password kunci jawaban kembali ke panitia pusat yang berada di Posko Biropsikologi SSDM Polri. Sebelum diberikan password, lanjutnya, panitia daerah harus mengirimkan hasil scanner lembar jawaban komputer kepada posko. Hal ini dilakukan untuk kontrol panitia pusat agar tidak terjadi penyimpangan dalam proses koreksi.

“Proses seleksi seperti ini dilaksanakan agar mendapatkan calon peserta SIP yang berkualitas sehingga kita akan mendapatkan perwira-perwira Polri yang unggul dan kompetitif,” tandasnya.

 

Baca Juga :

Hasil gambar untuk MInion logo