Dinilai Menyalahi Aturan, Kapolres Batubara Diminta Tindak Pengusaha Galian C Mangkai Lama

Rekanbola – Keberadaan tangkahan (galian C) di Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh dinilai telah menyalahi aturan yang berlaku.

Gerakan Masyarakat Menuju Kemakmuran Batubara (GEMKARA), melalui Koordintor Divisi Hukum dan HAM, Ahmad Yani SH mendesak Kapolres Batubara segera bertindak.

Hal itu ditegaskan Ahmad Yani usai mengadakan peninjauan ke lokasi tangkahan Mangkai Lama, di Lima Puluh, Jumat (04/01/2019) petang.

Menurut praktisi hukum muda Sumatera Utara tersebut, keberadaan tangkahan yang memiliki kedalaman antara 30 hingga 50 meter sangat riskan bagi keselamatan warga.

Yani mengkawatirkan akan terjadi longsor besar di lokasi galian C. Apabila terjadi longsor bisa saja menimbulkan korban baik jiwa maupun harta benda.

“Bukan itu saja. Jalan poros Mangkai yang baru saja selesai di hotmix terancam ambrol bila terjadi tanah longsor di sana,” terang Yani.

Lebih lanjut Yani juga mendesak Polres Batubara dan instansi terkait agar melakukan penyidikan dugaan pelanggaran tindak pidana yang mungkin ada di sana.

Dia mengkhawatirkan kondisi setidaknya 6 lokasi bekas galian C yang sudah ditinggalkan pengusahanya begitu saja. Demikian juga dengan 3 tangkahan yang masih melakukan eksplorasi hingga saat ini, sangat rentan menimbulkan musibah.

“Terlebih tangkahan batu padas yang sudah ditinggalkan pengusahanya. Berdasarkan peraturan seharusnya pihak pengusaha melakukan reklamasi atau pemulihan lingkungan usai explorasi. Selain itu lokasi eks galian C harus dipagar untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” tandas Yani.

Lahan Galian C yang sudah ditinggalkan.

Lebih lanjut dikatakan Yani, mereka melihat satu tower sambungan udara tegangan tinggi (SUTET) yang berada persis 2 meter dari sisi tangkahan batu padas milik Taufik dan Banjarnahor.

Keberadaan tower jaringan listrik tersebut menurut Yani sudah mulai condong diduga akibat pondasi tower mulai miring.

Baca Juga:   AS Roma vs Inter Milan, Derby Mini buat Keita

“Kalau dibiarkan terus, dikhawatirkan tower SUTET tersebut akan roboh dan menimpa rumah-rumah warga,” pungkas Yani.