Diperiksa Soal Video Dukungan Rektor UNM, Akbar Faizal Sebut Bawaslu Tak Paham UU MD3

REKANBOLA – Politisi Partai NasDem, Akbar Faizal akhirnya menyambangi kantor Bawaslu Makassar, di Jalan Anggrek Raya, Kamis (7/3). Kedatangannya guna memenuhi panggilan komisioner Bawaslu terkait dukungan rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam atas pencalegannya yang videonya viral di media sosial.

Sebelumnya, anggota komisi III DPR yang kembali nyaleg ini diundang klarifikasi, Selasa (5/3) lalu, namun mangkir. Tidak ada konfirmasi apakah penuhi undangan atau tidak. Hingga akhirnya melayang surat undangan kedua kalinya dan dipenuhi Kamis hari ini.

Dia tiba di kantor Bawaslu Makassar bersama sejumlah stafnya pukul 11.15 wita di tengah guyuran hujan. Langsung diarahkan masuk ke ruangan Sentra Gakkumdu. Kurang lebih 44 menit dia dimintai klarifikasi.

Awalnya, Akbar Faizal mengajak semua awak media masuk saja meliput karena klarifikasi itu disebutnya terbuka. Namun pihak Bawaslu beralasan demi kelancaran klarifikasi, para awak media diminta menunggu di luar hingga usai pemeriksaan.

“Oh iya nanti saya rekamkan,” ujar Akbar Faizal ke arah awak media.

Tidak lama kemudian, sekira pukul 11.59 WITA, Akbar Faizal keluar ruangan dan beri keterangan kepada awak media. “Sebagai warga negara yang baik, saya sudah datang. Padahal menurut UU MD3, untuk memanggil seorang anggota DPR itu harus seizin presiden. Dulu bunyi UU-nya menyatakan begini, “seizin dengan presiden dan mendapat persetujuan dari MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan)”. Tetapi oleh MK, kata mendapat persetujuan dari MKD itu sudah dicabut, maka kemudian cukup dapat izin dari presiden,” kata Akbar Faizal.

“Tadi, kepada yang memeriksa saya itu, anak baik kelihatannya, sopan kelihatannya. Dia bilang begini, saya hanya menjalankan tugas pak. Kira-kira begitu ya,” ujarnya.

Baca Juga:   Kerugian Ruko Sembako di Pasar Enjo Terbakar Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Menanggapi Akbar Faizal yang menyebut Bawaslu Makassar harus seizin presiden untuk memanggil seorang anggota DPR RI seperti dirinya, ketua Bawaslu Makassar, Nursari yang ditemui di ruang kerjanya menangkis.

Menurut Nursari, pihaknya tidak memanggil tapi mengundang untuk klarifikasi yang sifatnya hak. Selain itu, Akbar Faizal juga diundang tidak dalam kapasitas sebagai anggota dewan tapi sebagai caleg.

“Olehnya tidak wajib bagi kami untuk izin ke presiden untuk mengundang beri klarifikasi. Mekanisme internal kami tidak mengenal yang begitu karena kami ini lex specialist. Seandainya kami mengundang atas nama anggota DPR maka kami harus ikuti MD3. Jadi tidak wajib untuk izin presiden apalagi ini bukan panggilan, ini undangan yang sifatnya hak, mau datang atau tidak. Tapi kami ingatkan, kalau dia (Akbar Faizal) tidak datang kemudian ada haknya yang dirugikan, itu karena dia sendiri tidak laksanakan haknya,” tandas Nursari.

Sebelumnya, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Husain Syam telah diperiksa Bawaslu Makassar terkait videonya yang viral memuat visual dukungan terhadap Akbar Faizal. Rektor ini diperiksa Rabu malam lalu, (27/2) usai waktu sholat isya hingga Kamis dini hari kemarin, (28/2) pukul 01.30 wita.

Video rektor UNM periode 2016-2020 itu viral di media sosial. Visualnya menggambarkan akademisi ini bersama Beno, salah satu tim sukses Akbar Faizal menegaskan “Kalau ada orang orang yang mendukung Akbar Faizal, dan anaknya mau masuk di UNM, tentu saya harus laksanakan. Kalau masa depanmu mau enak, jangan tinggalkan Beno sebagai ujung tombaknya Pak Akbar Faizal, karena perintahnya Pak Akbar Faizal dan Beno itu saya laksanakan saya sebagai rektor untuk UNM.”