Diserang Preman Pakai Senapan Angin dan Klewang, 4 Warga Kampung Agas Terluka

Rekanbola – Warga yang bermukim di kawasan Jalan Haji Anif, Kampung Agas, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengaku resah dan ketakutan. Pasalnya, sekelompok preman melakukan penyerangan terhadap warga di kawasan tersebut.

Kali ini, 4 warga jadi korban kebrutalan para pelaku. Mereka mengaku telah dianiaya sekelompok preman berinisial NN, AB, AR dan kawan-kawan menggunakan senapan angin dan senjata tajam.

Warga yang menjadi korban kemudian melapor ke Polsek Percut Sei Tuan, Minggu (6/1/2018) sekira jam 13.00 Wib.

Ditemui di kantor polisi, keempatnya merupakan warga Jalan Haji Anif, Desa Sampali, yaitu Pasha Riki (22), Zamiat (66), M Aidil Adha alias Paidil (28) dan M Aidil (19).

Menurut korban, aksi penganiayaan terjadi di Jalan H Anif, Minggu dinihari sekira pukul 2.30 Wib.

Saat itu, korban Riki duduk ngumpul bersama temannya menikmati malam mingguan. Riki lantas menyuruh salah seorang temannya, Aidil untuk membeli nasi goreng dengan mengendarai sepedamotor Yamaha RX King.

“Di tengah perjalanan yang gak jauh dari tempat kami, saya di stop oleh para pelaku yang mengendarai 6 kreta berboncengan. Dari atas kreta mereka menendang aku sampai jatuh. Saya kenal pelakunya adalah, NN, AR, AB sama kawannya. Mereka menggunakan senjata klewang, senapan angin, langsung merempas dan merusak kreta yang ku bawa,” kata Aidil kepada wartawan.

Tak sampai di situ, Aidil mengaku diikat karena sempat memberontak. Bahkan wajahnya lembam dan membengkak akibat dipukuli para pelaku.

“Tanganku diikat mereka pakai tali timba. Terus aku dipukuli dan kreta yang ku bawa dibacoki pakai klewang sampai rusak,” bebernya sembari memperlihatkan bengkak bekas pukulan di pipinya.

Baca Juga:   Mourinho Marahi Pogba Habis-habisan di Depan Skuat MU

Beruntung seorang warga bernama Ayu (38) melintas di sana. Wanita itu kemudian menjerit melihat penganiayaan yang dialami Aidil.

Warga dan para teman korban yang kumpul tak jauh dari lokasi langsung berdatangan. “Kami datang ke situ (TKP) dan melihat teman kami dianiaya mencoba menolongnya, tapi mereka langsung menembaki kami pakai senapan angin panjang,” timpal Pasha Riki.

Akibat kebrutalan para preman tersebut menembaki senapan angin bertubi-tubi, beberapa warga terkena peluru.

“Betis sebelah kanan sayang sampai berdarah dan kena 3 jahitan akibat terkenal peluru senapan angin mereka,” kata M Aidil Adha alias Paidi.

Hal serupa juga dialami Zamiat (68). Walau tak tahu-menahu, namun pria renta ini tetap jadi korban peluru nyasar dari para preman.

“Saya gak tau apa-apa. Waktu itu saya keluar dari rumah karena mendengar rame-rame di luar. Pas saya keluar, peluru senapan angin mengenai bagian perut saya sampai berdarah,” ungkapnya.

Semua korban mengaku tak tahu menahu alasan para preman itu membuat onar. Namun para warga mengaku sudah kenal dan resah atas kehadiran mereka.

“Kami semua gak ada masalah sama orang itu bang. Yang, NN Cs memang sudah sangat meresahkan. Setiap mereka kumpul dan pawai di jalanan, pasti merusuh. Kami harap, laporan ini cepat ditindaklanjuti dan polisi menangkap pelakunya,” harap Zamiat, diamini teman-temannya.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, ketika dikonfrimasi mengaku akan segera akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kita cek dulu ya, bila sudah melapor, akan kita tindaklanjuti laporannya,” sebut Kapolsek.