Disorot Mahfud MD, Rektor UIN Jakarta Pastikan Tak Ada Politik Uang

REKANBOLA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis menepis anggapan proses tak wajar terkait terpilihnya dia menjadi Rektor UIN periode 2019-2023. Menurut Amany, pemilihan itu dilakukan secara objektif.

Ada empat poin yang dijabarkan Amany terkait isu tersebut seperti dilihat REKANBOLA, Jumat (22/3/2019). Pertama, Amany mengatakan UIN Jakarta memiliki marwah dan reputasi yang harus dijaga oleh semua pihak.

“Kedua, Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 dipilih secara objektif oleh Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Komite Seleksi dengan mempertimbangkan kapasitas dan integritas. Rektor UIN Jakarta terpilih sesuai prosedur, legal, dan konstitusional. Dalam pemilihan calon rektor (Pilrek) tidak dikenal istilah ‘menang-kalah’, tapi dipilih Menteri Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015,” kata Amany.

Ketiga, Amany menuturkan tidak ada politik uang (money politics) dalam Pilrek UIN Jakarta. Dia meminta pihak luar tidak ikut campur untuk memperkeruh suasana, dan membangun opini negatif terhadap institusi UIN Jakarta.

“Bila memiliki bukti dugaan pelanggaran atau perbuatan melawan hukum, silakan laporkan kepada penegak hukum,” ujarnya.

Keempat, lanjutnya, UIN Jakarta ke depan ingin lebih maju dengan reputasi internasional dan penting kerja sama serta saling percaya antara pimpinan dan sivitas akademika.

Amany menambahkan tindakan tersebut semata-mata untuk menjaga marwah, nama baik dan reputasi UIN Jakarta yang telah dibangun puluhan tahun dengan susah payah. UIN Jakarta, katanya, memiliki peran baik di kancah nasional maupun dunia internasional sebagai mercusuar Islam moderat dan melaksanakan Moderasi Beragama.

“Sesegera mungkin, segala tuduhan dan fitnah yang tidak berdasar dan tidak didasarkan kepada fakta, UIN Jakarta secara institusi akan melakukan tindakan tegas dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” tuturnya.

Baca Juga:   Said Akui Gagal Bujuk Mahfud MD

Soal pemilihan Rektor UIN ini sebelumnya diulas oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md dalam program ILC TVOne bertajuk OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?” pada selasa (19/3). Mahfud menyebut Andi Faisal Bakti yang dua kali menang dalam pemilihan rektor di 2 UIN berbeda tapi tidak dilantik.

“Saya ingin lengkapi kasus-kasus agar selesai ini masalah. Masalah jual beli jabatan melalui jabatan-jabatan yang tidak wajar, saya akan sebut satu persatu. Untuk UIN, itu ada satu kasus yang sangat luar biasa, itu Profesor Andi Faisal Bakti dua kali menang pemilihan rektor di UIN tidak diangkat,” kata Mahfud seperti dilihat detikcom dalam akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Kamis (21/3).