Dua Tahun Bebas dari Penjara, Gayus Kembali Terciduk Simpan Sabu-sabu

Rekanbola – Dede Mardiansyah alias Gayus (32), warga Desa Aek Tuhul, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan kembali harus mendekam dalam sel tahanan. Alhasil, residivis kasus narkoba itu kembali ditangkap akibat penyalahgunaan sabu-sabu untuk kedua kalinya.

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya, melalui Kasat Narkoba AKP Charles Jhonson Panjaitan, dalam keterangannya menyebutkan, Gayus ditangkap personel Satres Narkoba, di Jalan BM Muda, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, tepatnya di samping Akbid Central, Minggu (9/12/2018) sekira pukul 24.00 Wib.

Barang bukti yang diamankan dari Gayus.

“Kita mengamankan tersangka DM alias G di samping Akbid Central di Silandit, setelah melakukan penyelidikan atas informasi yang diterima dari masyarakat,” beber Charles di ruang kerjanya, Senin (10/12/2018) siang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan melihat seorang lelaki mencurigakan sedang berdiri di sana. Selanjutnya, petugas langsung mendekat dan meringkus.

Hasil penggeledahan badan di lokasi, polisi menemukan 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu dan 1 unit handphone merk Nokia warna biru.

Dari situ, petugas kemudian melakukan pengembangan menuju rumah Gayus di Desa Aek Tuhul, Kelurahan Aek Tuhul, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Di sana, petugas menemukan kembali menemukan plastik klip transparan berisi sabu-sabu dan 2 plastik klip transparan kosong.

“Dari samping AKBID Central, kita melakukan pengembangan menuju rumah tersangka di Desa Aek Tuhul. Dari kamar belakang rumah, kita menemukan barang bukti sabu dari bawah tempat tidur, sehingga total barang bukti yang kita amankan seberat 8,68 gram,” lanjut Kasat.

Selanjutnya, petugas memboyong Gayus kantor Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan.

Informasi yang diperoleh metro24jam.com, pria ini sudah pernah nendekam di penjara terkait kasus yang sama dan bebas pada tahun 2016 lalu.

Baca Juga:   Depresi Karena Sakit Manhun, Kakek di Jepara Gantung Diri

“Kita masih memeriksa tersangka, untuk saat ini kita menyangkakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI tentang narkotika dengan acaman hukuman maksimal hukuman mati,” pungkas Charles.