Dubes RI di Roma Telah Temui Keluarga WNI Korban Ethiopia Airlines

REKANBOLA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan rasa duka cita atas kecelakaan yang menimpa Ethiopia Airlines tujuan Adis Ababa-Nairobi. Dalam pesawat itu juga terdapat satu korban asal Indonesia yang tinggal di Roma, Italia.

“Jadi sekali lagi saya tentunya atas nama pemerintah Indonesia mengucapkan duka cita yg dalam atas kepada keluarga para korban kecelakaan pesawat Ethiopia Airlines dari Adis Ababa menuju Nairobi kemarin,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Terhadap korban asal Indonesia itu, dia mengatakan, pihaknya juga sudah mengucapkan duka cita secara langsung. Ucapan itu disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Roma.

“Maka duta besar kita di Roma sudah menghubungi keluarga dan sudah berkunjung ke pihak keluarga. Almarhum menikah dengan warga negara Italia dan kita secara langsung menyampaikan duka cita kita kepada pihak keluarga yang bersangkutan,” ucapnya.

Selain WNI, daftar warga yang menjadi korban, yaitu Kenya 32 orang, Kanada 18 orang, Ethiopia 9 orang, China 8 orang, Italia 8 orang, Amerika 8 orang, Prancis 7 orang, Inggris 7 orang, Mesir 6 orang, Jerman 5 orang, India 4 orang, Slovakia 4 orang; dan Austria, Rusia, Swedia masing-masing 3 orang; dan warga Spanyol, Israel, Maroko, Polandia masing-masing 2 orang. Selanjutnya, Belgia, Djibouti, Irlandia, Mozambik, Norwegia, Arab Saudi, Rwanda, Sudan, Somalia, Serbia, Togo, Uganda, Yaman, Nepal, Nigeria, dan satu orang paspor PBB; masing-masing 1 orang.

Diketahui, 149 Penumpang dan kru kabin, 8 orang, terbang dengan pesawat Ethiopia Maskapai jatuh pada pagi ini. Penerbangan ET302 yang menentang insiden nahas setelah enam menit lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

Menurut otoritas terkait, ada 33 kewarganegaraan yang menjadi korban dalam tragedi ini.

Baca Juga:   Kecewa dengan Kandidat Capres, Puluhan Orang Datangi KPU Nyatakan Golput

Sebelumnya, pesawat itu diharapkan tiba di Nairobi, Kenya, dalam waktu kurang dari dua jam. Namun pilot dikeluarkan kontak setelah 6 menit berangkat dari Bandara Internasional. Bole pukul 8.38 pagi waktu lokal.