Rekanbola – Dalam laga Piala Dunia 2018, Jerman tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan (Korsel). Sang juara bertahan itu pun harus pulang ke negara asalnya.

Menarik memang, Jerman yang merupakan salah satu negara dengan peringkat ekonomi teratas kalah dari Korea Selatan. Beberapa orang pun banyak membuat meme serta perbandingan kondisi kedua negara tersebut setelah laga semalam, tak terkecuali perbandingan ekonomi kedua negara.

Mengutip dari media asal Inggris compelo.com, Kamis (28/6/2018), dari sisi populasi, berdasarkan laporan dari World Population Prospects PBB tahun 2017, Jerman memiliki 30 juta penduduk lebih banyak dibandingkan dengan Korea Selatan.

Lebih dari 82 juta orang tinggal di negara yang sebelumnya dibagi antara sisi barat dan timur. Sementara, hanya ada 51 juta penduduk yang tinggal di Korea Selatan.

Walau begitu, bila dilihat dari jumlah penduduk yang tinggal di ibu kota maka Korea Selatan lebih unggul. Terdapat 9,6 juta jiwa yang tinggal di ibu kota Korea Selatan, Seoul. Sedangkan yang tinggal di ibu kota Jerman, Berlin, hanya 3,47 juta penduduk. Namun secara umum, perbandingan populasi ini dimenangkan oleh Jerman.

Kemudian dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), ada perbedaan yang cukup tinggi antara kedua negara. Menurut data Bank Dunia, pada tahun 2016 lalu PDB yang dihasilkan mencapai US$ 3,47 triliun. Sementara Korea Selatan hanya US$ 1,41 triliun.

Para pekerja Jerman juga mendapatkan penghasilan lebih banyak dibandingkan Korea Selatan. Pekerja Jerman mendapatkan penghasilan US$ 50.200 pada 2017, sementara pekerja Korea Selatan hanya sebesar US$ 39.400. Jerman kembali lebih unggul di sektor ini.

Baca Juga:   Ibu Miliuner ini Bocorkan Rahasia Didik 3 Anaknya hingga Sukses

Untuk nilai ekspor, masing-masing negara memiliki sejumlah merek ternama yang banyak dijual di berbagai negara.

Jerman misalnya, ada Volkswagen serta BMW yang merupakan sektor otomotif. Nilai ekspor Jerman didorong oleh penjualan kendaraan tersebut.

Menurut Observatory of Economic Complexity, kendaraan seperti mobil menyumbang 12% dari nilai ekspor US$ 1,25 triliun di Jerman pada tahun 2016.

Sementara ekspor terbesar Korea Selatan adalah di sektor teknologi komunikasi, yang mencakup 15% dari saldo ekspor negara yang lebih kecil yaitu US$ 516 miliar. Hasil ini membuat Jerman kembali unggul dalam hal eskpor.

Dari sisi perusahaan-perusahaan raksasa, kedua negara juga punya jagoan masing-masing. Sejumlah perusahaan Jerman dapat ditemukan di daftar global Forbes Global 2000 perusahaan publik terbesar di dunia.

Grup Volkswagen, yang termasuk merek seperti VW, Audi, Bentley dan Porsche berada di peringkat ke-16 dalam daftar dengan nilai pasar US$ 101.4 miliar.

Namun ternyata, perusahaan raksasa milik Jerman masih kalah dibanding perusahaan raksasa Korea Selatan. Sebagai negara raksasa teknologi, Korea Selatan lebih unggul karena memiliki Samsung.

Berbagai produk Samsung yang telah banyak dikenal di seluruh penjuru dunia membuat perusahaannya masuk dalam daftar perusahaan terbesar ke-14 senilai US$ 325.9 miliar.

Produsen mobil Korea Selatan seperti Hyundai Motor dan produsen chip komputer SK Hynix juga masuk dalam daftar 200 besar. Dalam hal perusahaan raksasa, Korea Selatan unggul dibanding Jerman.

Selanjutnya dari sisi kemakmuran penduduk atau orang-orang kaya, Bos Samsung Lee Kun-Hee adalah orang terkaya di Republik Korea. Berdasarkan daftar miliarder Forbes, dia berada dalam posisi ke 61 orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan US$ 18.6 miliar.

Namun begitu, Kun-Hee masih belum sekaya rekannya dari Jerman. Beate Heister dan Karl Albrecht Jr yang merupakan anak dari co-founder Karl Albrecht memiliki kekayaan warisan gabungan sebesar US$ 29.8 miliar.

Baca Juga:   Beredar surat Menteri Rini izikan Pertamina jual aset

Dengan gabungan harta tersebut, maka kakak-beradik tersebut masuk sebagai orang terkaya ke-27 dunia. Lagi-lagi Jerman unggul dari Korea Selatan.

Terakhir dari sisi jumlah pengangguran, tingkat pengangguran di kedua negara, yakni di Jerman dan Korea Selatan diperkirakan mencapai 3,7% pada tahun 2017 berdasarkan badan intelijen.

Tingkat pengangguran kaum muda yang membedakan segmentasi keduanya. Bloomberg melaporkan bahwa Korea Selatan berupaya untuk mengurangi tingkat pengangguran kaum muda di bawah 8% pada 2021, sementara situs Statista mengatakan pengangguran kaum muda di Jerman sudah sebesar 6,1%.

 

 

(Sumber : detik.com )