Eksotika Bromo Terbalut Dalam Perayaan Yadya Kasada

Rekanbola – Perayaan Yadnya Kasada digelar dengan kegiatan eksotika Gunung Bromo. Ada 10 seni budaya Nusantara meramaikan pagelaran tersebut.

10 Seni budaya yang ditampilkan dalam eksotika Bromo tahun 2018 ini adalah seni budaya Topeng Hudoq Dayak dari Kalimantan Timur, Musik Kereta Saul Lanceng Senopati asal Pamekasan, Topeng Dongkrak Condro Budoyo Madiun.

Kemudian ada musik Baleganjur Probolinggo, Jaranan Slimming Lumajang, Reog Ponorogo, Parade Jaranan Tengger, Sendatari Kidung Tengger dengan konsep kolosal, komunitas Jatiswara, pembacaan puisi Nyawiji oleh Olivia Zalianty, dan lagu tanah air oleh Pritta Kartika.

Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo mengatakan, eksotika Bromo disuguhkan kepada wisatawan dengan penampilan yang cukup bagus.

Sehingga banyak wisatawan yang merasa terhibur dengan acara ini. Apalagi pagelaran seni budaya itu disuguhkan dengan pemandangan alam gunung Bromo yang eksotis.

“Ini merupakan bentuk pemikiran para seniman termasuk pelaku seni yang ada di daerah suku Tengger,” kata Tjahjo kepada wartawan seusai acara eksotika Bromo, Jumat (29/6/2018).

Tjahjo mengharapkan adanya eksotika Bromo ini bisa memberikan dampak positif kepada seluruh masyarakat yang ada di seluruh Nusantara atas kekayaan seni budaya yang di miliki.

“Termasuk salah satunya seni budaya suku Tengger yang tetap eksis sampai saat ini,” jelas Tjahjo.

Sementara itu, Olivia Zalianty pembaca puisi ‘Nyawiji’ mengaku senang atas peran yang diberikan kepada dirinya. Pengalaman ke Bromo diaku Olivia merupakan kali pertama sepanjang hidupnya.

“Saya kagum dengan keindahan pemandangan alam Gunung Bromo,” kata Olivia.

Olivia mengaku tidak ada persiapan lebih saat ditugaskan membaca puisi tersebut. “Hanya belajar tadi malam saja atas teks puisi yang saya baca,” tandas Olivia.

Baca Juga:   JK Sebut Google hingga Facebook Dominasi Kehidupan Ekonomi Dunia

 

 

( Sumber : detik.news )