Fix, Liverpool Gunakan Pelatih U-23 di Babak Perempat Final Carabao Cup

Rekanbola  —  Liverpool sepertinya telah siap merelakan peluang mereka meraih trofi di ajang Carabao Cup. Dari kabar yang tersiar, pemenang Liga Champions musim lalu itu akan menggunakan pelatih tim U-23.

Liverpool dihadapkan dengan jadwal yang padat pada bulan Desember. Mereka harus melakoni pertandingan perempat final Carabao Cup sembari mengikuti Piala Dunia Antarklub di Qatar.

Indikasi bahwa mereka akan merelakan trofi itu sendiri sudah terlihat semenjak laga babak 16 besar melawan Arsenal. The Reds menurunkan sejumlah pemain muda serta beberapa nama yang jarang dimainkan.

Tetapi hasil yang didapatkan justru sebaliknya. Liverpool berhasil meraih kemenangan melalui drama adu penalti setelah bermain imbang dengan skor 5-5 selama 90 menit.

Pemain Muda dan Pelatih U-23

Di babak perempat final, Liverpool bakalan berhadapan dengan Aston Villa. Pertandingan itu akan berlangsung di Villa Park pada pertengahan bulan Desember mendatang.

Agar bisa berpartisipasi di dua kompetisi yang berbeda, Goal melaporkan bahwa Liverpool akan menurunkan skuat muda miliknya. Sementara yang bakalan duduk di kursi kepelatihan nantinya adalah nahkoda tim U-23, Neil Critchley.

Jurgen Klopp akan berangkat dengan para pemain intinya saat mengikuti Piala Dunia Antarklub dan hanya meninggalkan beberapa nama, seprti James Milner dan Divock Origi. Sisanya, The Reds akan mengandalkan pemain muda.

Pemain akademi bernama Curtis Jones dilaporkan akan diberi mandat sebagai kapten tim. Sementara itu, sosok muda lain seperti Rhian Brewster, Harvey Elliott, Ki-Jana Hoever, Neco William, dan Sepp van den Berg diprediksi akan bermain.

Sempat Ingin Walk-out

Awalnya, Liverpool sempat mengancam akan walk-out dari ajang Carabao Cup musim ini. Jurgen Klopp berkata bahwa timnya tidak akan ikut jika pihak penyelenggara kompetisi tidak bersedia mengatur ulang jadwal pertandingan.

Baca Juga:   Klopp: Neymar Adalah Pemain Kelas Dunia, tapi Dia Bukan Bek

Sayangnya, jadwal the Reds pada bulan Desember itu sudah terlalu penuh. Bagaimana tidak, mereka harus mengikuti sembilan pertandingan dari berbagai kompetisi hanya di satu bulan itu saja.

Dipindahkan ke bulan Januari pun adalah hal yang mustahil. Pasalnya, pihak penyelenggara sudah menetapkan bahwa semifinal Carabao Cup jatuh pada bulan tersebut. Selain itu, babak semifinal juga dimainkan sebanyak dua leg.