Galang dana korban bencana, sukarelawan pengatur lalu lintas ngamen di pasar

Rekanbola – Bencana dahsyat yang terjadi di Sulawesi Tengah yang menelan ribuan korban, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Tak sedikit warga yang tergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan penderitaan para korban.

Di Solo misalnya, belasan anggota sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) rela mengorbankan waktunya demi untuk penggalangan dana. Beberapa hari terakhir mereka terlihat di sejumlah sudut kota Solo, khususnya di lampu merah dan membawa kardus.

Jumat (5/10) siang, aksi penggalangan dana dilakukan di sekitar Pasar Gede Solo. Sejumlah anggota supeltas membawa kardus berkeliling pasar di depan Balai Kota Solo itu. Para pedagang, pengunjung pasar dan warga lainnya pun rela merogoh koceknya demi membantu para korban tsunami dan gempa bumi Donggala, Palu dan Sigi.

Koordinator Supeltas Kota Solo, Rahmat Kartolo mengatakan disela kesibukannya mengatur lalu lintas, pihaknya juga ingin menunjukkan sikap peduli kepada sesama. Berapapun hasil pengumpulan dana, seluruhnya akan dikirimkan untuk korban bencana.

Aksi serupa, kata Rahmat juga dilakukan saat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Penggalangan dana hari ini, jelas Rahmat, memasuki hari yang keempat. Pihaknya akan terus melakukan penggalangan dana selama masih diperlukan.

“Dulu saat gempa Lombok kami juga melakukan aksi penggalangan dana. Sehingga tak ada salahnya jika kami kembali melakukan aksi seperti ini,” katanya.

Rahmat menambahkan, hasil penggalangan dana tersebut mungkin tidak seberapa jumlahnya. Namun kegiatan tersebut harus dilakukan sebagai bagian dari bentuk kepedulian Supeltas Solo. Ia berharap para korban bencana di Sulawesi Tengah tetap sabar dan tenang menghadapi cobaan.

Baca Juga:   Sertijab gubernur Jabar, polisi amankan Gedung Sate tiga lapis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *