Gara-gara Jadi Vegetarian, Wanita Ini Nyaris Meninggal Akibat Kekurangan Gizi

REKANBOLA – Mungkin banyak dari kamu yang saat ini mencari cara menjadi vegetarian, dan makanan apa saja yang boleh serta tidak boleh dimakan. Ya, vegetarian membuat kita hanya harus mengonsumsi sayur dan buah-buahan saja.

Sementara daging, susu, keju dan produk-produk peternakan lainnya tidak boleh dimakan sama sekali. Tapi siapa sangka, jika pola makan nabati ternyata bisa membuat seseorang nyaris meninggal dunia.

Adalah Alma-Jade Chanter, yang telah menjadi vegan sejak dia berusia 13 tahun. Namun keputusannya tersebut nyaris merenggut nyawanya. Bahkan untuk menyelamatkan nyawanya, ia terpaksa harus makan otak dan tulang. Bagaimana ceritanya?

Mahasiswa ilmu kehidupan, yang berasal dari Inggris tetapi tinggal di Belanda, hanya makan makanan mentah – buah dan sayuran saat itu.

Karena pola makannya, ia pun kekurangan vitamin dan mineral dari makanan lain. Kesehatannya sangat buruk, sehingga rambutnya rontok dan berat badannya turun 22 kilogram.

Dokter bersikeras kepadanya agar mengubah pola makan vegetariannya. Ketika dia tidak menstruasi dan didiagnosis dengan penyakit autoimun.

Dokter gigi bahkan bertanya, apakah dia minum minuman bersoda untuk sarapan ketika giginya ‘patah setengah’ karena kurangnya enamel.

Dan ketika usianya 19 tahun, dia mulai makan daging. Terdiri dari 2 kg makanan hewani per hari. Chanter juga harus makan otak, hati dan tulang setiap harinya. Dan perlahan-lahan, tubuhnya kembali pulih.

Dia mengatakan, menjadi seorang vegetarian memiliki efek buruk pada kesejahteraannya. Untungnya, ia mendapatkan bantuan dari orang tuanya, yang membawanya ke dokter.

“Saya sangat dogmatis dan keras kepala, sehingga saya tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang kepada saya. Saya yakin pada manfaat kesehatan menjadi seorang vegetarian,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kaesang Tulis Harga Outfit Miliaran, Ditjen Pajak: Nuwun Sewu

Namun usai mengalami gejala-gejala yang mengkhawatirkan termasuk rambut rontok, nyeri sendi, dan insomnia ia mulai berubah.

Ia pun makan daging untuk pertama kalinya dalam enam tahun menjadi vegetarian. Pada mulanya merupakan perjuangan, setelah itu ia mulai terbiasa makan daging, otak bahkan tulang.

“Hanya beberapa hari, saya merasa luar biasa. Semuanya tiba-tiba cocok untuk saya dan, pada akhirnya, saya merasa seolah-olah tubuh diatur dengan baik,” tambahnya.

Ia pun membagikan pengalamannya menjadi seorang vegetarian, yang tidak membuat tubuh lebih sehat.

“Menghabiskan bertahun-tahun bangun dalam kesakitan setiap pagi, tidak memberimu banyak harapan dalam hidup, tetapi cara makan ini mengubah hidupku – dan bahkan mungkin menyelamatkannya,” ungkapnya.