Gara-Gara Janji 100 Persen Gaji untuk Rakyat, Caleg NasDem Diperiksa Bawaslu

REKANBOLA – Caleg DPRD Provinsi Sulsel dari Partai NasDem, Andre Prasetyo Tanta (23) atau APT memenuhi panggilan Bawaslu Makassar, Jumat (1/3). Pengusaha hotel dan juga putra pengusaha hotel terkemuka di Makassar, Wilianto Tanta, datang sendiri tanpa pengawalan stafnya. Dia diperiksa oleh divisi penindakan kurang lebih tiga jam.

Komisioner Bawaslu Makassar, divisi penindakan, Sri Wahyuningsih mengatakan, Caleg ini diperiksa sekaitan tulisan di baliho dan spanduknya yang tersebar di beberapa titik di Kota Makassar memuat kalimat bernada janji-janji.

“Di baliho Caleg ini tertulis kalimat “100 persen x 5 tahun gaji dewan APT (Andre Prasetyo Tanta) untuk rakyat. Tabe’ cobloski APT”.

“Dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017 mengatur larangan memberikan sesuatu ke peserta kampanye,” kata Sri Wahyuningsih.

Pengusutan kasus ini, tambah Sri, hasil pengawasan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) oleh pengawas-pengawas kecamatan.

Caleg ini, kata Sri, diduga melanggar pasal 280 ayat 1 huruf J UU Pemilu No 7 tahun 2017 yang berbunyi pelaksana, peserta Pemilu atau tim kampanye salah satunya itu tidak diperbolehkan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain ke peserta kampanye. Aturan sanksinya diatur dalam pasal 523 ayat 1, UU No 7 tahun 2017 yakni dipidana paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 24 juta.

“Beberapa hari ke depan baru disampaikan hasil klarifikasinya,” kata Sri.

Chief Development Officer dari Phinisi Hospitality Grup ini awalnya tiba di kantor Bawaslu Makassar pukul 13.30 WITA. Lalu keluar dari ruang pemeriksaan divisi penindakan pukul 15.15 WITA.

“Pemeriksaan tadi sekaitan saya diduga akan membagi-bagikan uang atau semacamnya. Padahal gaji 100 persen selama 5 tahun untuk rakyat jika terpilih itu, maksudnya bukan saya akan berikan secara mentah kepada masyarakat tapi akan dikonversi ke program-program pendidikan informal yang berpihak ke rakyat sesuai visi misiku sebagai Caleg. Antara lain kursus menjahit, kursus memasak, juga ada pengajian yang akan dikelola yayasan sosial berbadan hukum yang saya akan bentuk,” kata Andre Prasetyo Tanta.

Baca Juga:   Soal Bendera Tauhid, Habib Rizieq Curiga Keterlibatan ‘Intelijen Busuk dari Indonesia’