Gempa dan Tsunami di Sulteng, Sekjen PBB: Kami Bersama Sulawesi dan Indonesia

Rekanbola Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres turut berdukacita sehubungan dengan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, yang menewaskan lebih dari dua ribu orang.

“Kami bersama Sulawesi dan Indonesia,” katanya pada Jumat usai mendengarkan paparan dari pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengenai penanganan dampak bencana Sulawesi Tengah di Bandar Udara Mutiara SIS al Jufrie, Palu, bersama dengan Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Jumat (12/10).

Dia bersama dengan CEO Bank Dunia dan Perwakilan ADB terbang dari Bali ke Palu untuk bersama-sama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau wilayah terdampak bencana di Palu.

Guterres mengatakan dia terkesan dengan respons pemerintah Indonesia dalam menangani dampak bencana yang melanda Palu dan sekitarnya pada 28 September, juga semangat warga dalam menghadapi bencana.

Ia yakin rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah akan membuat Palu lebih indah di masa depan.

Sementara CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva mengatakan bahwa masyarakat internasional bergandengan tangan untuk saling membantu penanganan bencana tersebut.

Usai mendengarkan pemaparan BNPB di bandara, Wakil Presiden dan Sekjen PBB bersama-sama menuju Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Setelah shalat Jumat, Wakil Presiden bersama Sekjen PBB dan CEO Bank Dunia meninjau dampak bencana di Perumnas Balaroa, yang ambles karena likuifaksi akibat gempa. Mereka berada di sana sekitar setengah jam.

Area permukiman itu kini masuk zona merah, tidak lagi layak huni. Penghuninya yang selamat akan dipindahkan ke tempat yang baru.

Wakil Presiden M Jusuf Kalla di dalam pesawat kepresidenan di atas Palu mengatakan daerah tersebut dapat dijadikan hutan kota.

Baca Juga:   Ini sanksi dari Ridwan Kamil bagi ormas yang bubarkan kebaktian

Usai meninjau Perumnas Balaroa, Wakil Presiden, Sekjen PBB dan CEO Bank Dunia melanjutkan peninjauan ke Rumah Sakit Anutapura, tempat sejumlah pasien berada di tenda-tenda. Bangunan belakang rumah sakit itu hancur.

Dari sana, peninjauan dilanjutkan ke Lapangan Fatulimo di depan Kantor Wali Kota, tempat tenda-tenda pengungsi berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *