Generasi Milenial Diimbau Bijak Pakai ‘Jari-jari’ untuk Bermedia Sosial di Pemilu

REKANBOLA – Direktur Jenderal Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti mengingatkan generasi milenial bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah hiruk pikuk Pemilu Serentak tahun ini. Menurutnya, masa depan anak-anak muda Indonesia saat ini berada di ‘jari-jari’ mereka dalam bermedia sosial.

Imbauan itu disampaikan dalam Kegiatan Forum Sosialisasi Pemilihan Umum dengan tema ‘Menjadi Pemilih Cerdas’ di Padang, Sumatera Barat.

“Perlu diketahui oleh seluruh anak muda di Indonesia. Saat ini kalau hendak mencari kerja, baik di swasta maupun pemerintahan, rekam jejak digital akan menjadi salah satu pertimbangan. Maka berhati-hatilah menggunakan jari-jari dalam bermedia sosial,” kata Niken melalui keterangan tertulis, Minggu (3/3).

Dia mencontohkan, para milenial akan kesulitan mencari kerja jika pernah terlibat kasus berita bohong atau hoaks. Sebab, unggahan mereka akan menjadi rekam jejak digital yang tak pernah terhapus secara utuh meski telah dihapus.

Melalui teknologi bernama Artifisial Intelligent System (AIS), semua riwayat atau rekam jejak digital per akun akan tetap terekam.

“Ketika sudah ikut tes tertulis (lamaran kerja), terakhir kita akan melihat rekam jejak digital ini. Kalau dari rekam jejak digital ini para pencari kerja ditemukan terbiasa membuat atau mengeshare informasi hoaks dan ujaran kebencian maka dipastikan tidak akan diterima,” jelasnya.

Selain itu, kata Niken, pemerintah terus bekerja melakukan deteksi informasi hoaks dan konten negatif. Kendati sudah ditelusuri, Niken mengakui penyebar berita hoaks sangat canggih. Satu menit saja luput dari blokiran, langsung tersebar luas dan viral.

Namun, dia menyebut melalui sistem yang dimiliki saat ini, pemerintah bisa mendeteksi siapa penyebar berita hoaks pertama dan melakukan pemblokiran jika ada laporan yang masuk ke Kemenkominfo.

Baca Juga:   Prabowo Terlalu Dipaksakan Untuk Tampil Islami?

“Untuk memblokir akun itu ada mekanismenya, harus ada laporan dari masyarakat. Untuk itu, silahkan masyarakat jika mendapat informasi yang tidak jelas, isinya caci maki, silahkan adukan ke konten aduan di website Kemenkominfo,” ujar Niken.

Melalui kegiatan ini, Niken juga berpesan agar generasi milenial ikut berpartisipasi aktif dalam Pemilu sebagai pemilih yang cerdas. Anak-anak muda diharapkan bisa memahami bahwa kegiatan Pemilu merupakan agenda yang positif dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

“Kami harapkan masyarakat khususnya anak muda bisa memahami Pemilu sebagai sebuah kegiatan yang menggembirakan, yang asyik, karena ini adalah pesta demokrasi,” imbuh dia.

Sementara itu, bintang tamu dalam kegiatan ini, Igor ‘Saykoji’ juga memiliki pesan khusus bagi anak-anak muda agar menjadi pemilih cerdas dalam Pemilu Serentak 2019. Menurut Igor, pemilih muda atau pemilih pemula sepatutnya identik dengan pemilih cerdas.

Sebab, menurutnya, anak muda saat ini bisa mencari tahu informasi, mencerna, menakar informasi seluruh calon legislatif dan paslon Presiden dan Wakil Presiden mereka dengan mudah.

“Kuncinya adalah untuk menjadi pemilih yang cerdas, anak muda harus ‘aware’ dengan politik. Kalau kita kepengin Indonesia jadi lebih baik, kalua care dengan Indonesia, kita harus optimis, jangan apatis. Ayo memilih (Pemilu 2019), karena masa depan Indonesia ada di tangan kita semua,” tutup Igor.