Golput Tak Selesaikan Masalah Apapun

Rekanbola – Angka golput dalam setiap pelaksanaan pemilu terbilang cukup tinggi, seperti terjadi dalam Pilkada Medan beberapa waktu lalu. Golput ditengarai merupakan bentuk kekecewaan masyarakat pada kinerja pemerintah. Akan tetapi sikap golput bukanlah solusi yang baik, sebaliknya merugikan.

“Dengan tingginya angka golput, justru akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menggerus nilai-nilai demokrasi kita,” kata Ketua KPU Siantar, Daniel Sibarani dalam diskusi yang digelar Mata Publik, di Pininta Cafe, Jalan Proklamasi, Siantar, Rabu (26/12/2018).

Menurut Daniel, ketika angka golput tinggi berarti tingkat kepercayaan publik rendah. Saat ini para penunggang gelap dalam pemilu mencoba mendekati masyarakat dan menawarkan politik yang tidak sehat. “Jelas golput tidak menyelesaikan persoalan apapun,” jelasnya.

Diskusi bertajuk “Golput, Solusi atau Tradisi” menghadirkan empat narasumber, selain Daniel ada Ketua Bawaslu Siantar Sepriandison Saragih, pengamat politik Kristian Silitonga, jurnalis senior Tigor Munthe, serta pembanding dari Universitas HKBP Nommensen Siantar DR Hilman Pardede.

Sepriandison mengatakan, golput di Sumut masih menjadi yang tertinggi di antara provinsi lainya. Untuk itu, pihaknya bersama KPU akan melakukan sosialisasi secara gencar kepada masyarakat maupun pemilih pemula yang memiliki jumlah yang begitu signifikan.

“Esensi pemilihan seringkali kurang dipahami masyarakat, itu sebabnya masyarakat memilih politik tak sehat yang ditawarkan,” katanya.

Kristian Silitonga yang juga Direktur Studi Otonomi dan Pembangunan (SoPO) Sumut mengatakan, keadaan golput marak berlaku kaerna ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Situasi ini yang harus dipahami oleh pemuda. Jangan sampai pemuda terjerumus pada politik uang dan politik identitas, sebaliknya pemuda harus keluar dari kecendurangan ini” sebutnya.

Selain hal itu, Tigor Muthe mengingatkan pentingnya mengkonsumsi media secara sehat. Memasuki era digital saat ini, dia melihat banyak pemilih pemula yang seringkali dihadapkan pada informasi yang tidak benar.

Baca Juga:   4 Smartphone Mahal yang Sekarang Turun Harga

“Verifikasi informasi yang didapat sangatlah penting guna memastikan kebenaran informasi, baik isi informasi ataupun sumber informasi,” pungkasnya.

Diskusi dihadiri para pemuda dan mahasiswa se-Siantar. Dilla Pohan salah seorang mahasiswa peserta diskusi mengatakan, sebagai pemilih pemula, dia merasa senang mengikuti diskusi yang dilaksanakan Mata Publik.

“Karena dapat mengetahui banyak hal, termasuk pentingnya mengenali para pemimpin sebelum memilih, serta menghindari politik yang tidak sehat,” ungkapnya.

Di ujung diskusi, moderator Anugrah R Nasution, menyampaikan, golput adalah salah satu pilihan. “Namun menggunakan pilihan merupakan kebenaran dan keharusan,” tukasnya.