Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km

REKANBOLA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Kamis (7/2) sore.

“Awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur ± 2 km ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik,” tulis BPPTKG dalam akun Twitter resminya, Kamis (7/2).

Meski telah ada guguran awan panas, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada. Pihaknya juga meminta masyarakat tetap tenang.


“Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” tulis BPPTKG melalui akun Twitter resminya.

Sementara itu, BPPTKG, mengacu data seismik, terjadi 32 kali guguran dengan durasi 12-157 detik pada Kamis (7/2) mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Sebelumnya, BPPTKG juga mencatat awan panas guguran keluar dari Gunung Merapi ke arah Kali Gendol, pada 29 Januari. Awan panas guguran pertama teramati pada pukul 20.17 WIB, jarak luncur 1.400 meter dan durasi 141 detik.
Awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 20.53 WIB, jarak luncur 1.350 meter dan durasi 135 detik, dan ketiga terjadi pada pukul 21.41 WIB, jarak luncur 1.100 meter dengan durasi 111 detik.

BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kegiatan pendakian untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Baca Juga:   KY pantau praperadilan Gunawan Jusuf terkait penggelapan investasi