Hamili Gadis, Seorang Pria Palsukan Dokumen Agar Bisa Menikah

Rekanbola.com –  Seorang pria asal Sleman berinisial S (35), nekat memalsukan dokumen kependudukan supaya bisa menikah di KUA Pundong, Bantul. Usaha yang dilakukan ini agar pernikahannya dengan wanita berinisial AN, warga Magelang yang hamil 4 bulan itu berjalan lancar.

“Iya, yang perempuan hamil empat bulan. Memalsukan dokumen (agar pernikahannya tidak diketahui), karena ternyata yang laki-laki sudah punya anak dua,” kata Kepala Desa Seloharjo, Marhadi Badrun saat dihubungi detikcom, Kamis (8/2/2018).

Badrun menjelaskan, S yang diketahui sebagai warga Sleman ini tiba-tiba mendaftar menikah di KUA Pundong pada tanggal 25 Januari lalu. Untuk mengelabuhi petugas, S memalsukan sejumlah dokumen persyaratan nikah termasuk dokumen kependudukan.

Di KTP dan KK yang diserahkan S ke KUA Pundong, S dijelaskan sebagai warga Dusun Kalipakem, RT 03, Desa Seloharjo, Pundong, Bantul. Petugas KUA menaruh curiga, karena bekas dokumen yang diserahkan S agak berbeda tidak seperti biasanya.

“KUA klarifikasi ke desa tanggal 30 Januari. KUA curiga surat-surat yang diserahkan S palsu. Contoh (seharusnya) kop surat itu (tertulis) Pemdes Seloharjo, kalau (yang diserahkan) ini kan kantor desa atau kelurahan, itu yang menjadi ganjil,” sebutnya.

Setelah itu pemdes lanjut Badrun langsung mengecek data kependudukan. Ternyata kecurigaan petugas KUA Pundong benar dan S bukanlah warga Desa Seloharjo.

“Setelah ditelusuri ternyata yang laki-laki (S) tadi pakai broker. Dia tahunya broker itu bisa mengurus (dokumen) di desa. Brokernya bilang (ke S) katanya sudah minta Rp 10 juta buat administrasi desa,” ungkapnya.

Badrun melanjutkan, awalnya broker tersebut berencana menikahkan S dengan AN pada tanggal 31 Januari. Namun, akhirnya pernikahan keduanya diundur menjadi hari ini.

Petugas KUA, polisi dan Pemdes Seloharjo langsung mengamankan S dan AN sesampainya mereka di Kantor KUA Pundong, Kamis (8/2/2018). Namun si broker tidak berhasil diamankan, karena setelah tahu pernikahan dibatalkan dia langsung kabur.

Baca Juga:   Heboh Beredar Video Mesum Sejoli Siswi SMK di Samarinda

“Sebelum (S dan AN) diamankan saya sudah lapor ke polisi dari kemarin tanggal 30 Januari. Saya melapor karena saya merasa dirugikan. Saya inginnya (polisi) mengusut kasus ini dan menangkap si broker itu,” harapnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Eko menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan masih memeriksa S dan AN. Sementara si broker yang diketahui berinisial H sampai saat ini masih dalam pengejaran.

 

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo