Hati-hati Jika Mesin Motor Injeksi Enggak Langsam

Rekanbola – Berbeda dengan motor zaman dulu, kendaraan bermotor roda dua yang dijual saat ini sudah menggunakan sistem pengabutan injeksi. Dengan teknologi ini, konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien.

Agar sensor yang digunakan sistem injeksi dapat berfungsi dengan baik, dibutuhkan arus listrik yang stabil. Sumbernya sama seperti motor dengan karburator, yakni aki.

Sayangnya, produsen jarang memasang alat pemantau kondisi aki sepeda motor. Alhasil, pemilik kesusahan mengetahui apakah alat penyimpan setrum itu masih laik pakai atau tidak.

Selain itu, kondisi aki juga tidak bisa dipantau juga melalui penggunaan starter elektrik. Sebab, fitur tersebut saat ini sudah dirancang agar tidak menggunakan arus listrik yang besar.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus memasang alat tambahan pada kuda besi kesayangan. Dilansir dari laman Suzuki, Jumat 28 Desember 2018, ada cara mudah untuk mengetahui kondisi sistem kelistrikan motor injeksi.

Saat mesin hidup dalam kondisi idle atau langsam, perhatikan suara putaran mesin. Jika kondisi kelistrikan normal, putaran mesin harus terdengar stabil, tidak naik turun seperti yang biasa dialami motor karburator.

Kecepatan putaran mesin biasanya sudah diatur oleh bengkel, saat Anda membawa motor untuk servis berkala. Jadi, pastikan untuk selalu teratur merawat kendaraan Anda di bengkel, agar tidak muncul masalah yang dapat mengganggu aktivitas.

Baca Juga:   Wuling Confero Tak Butuh Mesin Turbo