Hindari Mengunyah Permen Karet Sebelum Bercinta

Rekanbola – Mengunyah permen karet memang bisa menyegarkan nafas. Tapi, hindari mengunyahnya ketika akan bercinta dengan pasangan. Pasalnya, menguyah permen karet dapat membuat perut kembung karena banyaknya udara yang terhirup.

Kondisi perut yang penuh ini membuat tubuh mengeluarkan enzim perut yang digunakan untuk mencerna makanan. Inilah yang menyebabkan masalah penumpukan gas di lambung.

Sebagai alternatif agar nafas kita terasa segar, sebaiknya kita menggosok gigi. Selain itu, hindarilah sesuatu yang mengandung mint.

Peppermint juga dipercaya dapat menekan testeron yang mampu menurunkan gairah seksual. Permen karet bukan satu-satunya hal yang harus kita hindari sebelum memulai kegiatan intim dengan pasangan.

Nah, agar kegiatan romantis bersama pasangan berjalan lancar, ketahui apa saja makanan yang harus dihindari.

1. Alkohol Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat mengakibatkan rasa seperti depresi. Selain itu, alkohol merupakan zat depresan, seperti permen karet, yang dapat menyebabkan penumpukan gas di lambung.

2. Daging merah Konsumsi daging merah membuat pencernaan bekerja ekstra keras. Inilah yang membuat kita merasa lesu dan lelah. Jadi, mengonsumsi makanan ini bukan ide yang bagus ketika kita mencoba menjadi lebih intim dengan pasangan di atas ranjang.

3. Brokoli Brokoli memang memiliki manfaat yang tinggi bagi kesehatan, termasuk sebagai anti-oksidan. Sayangnya, sayuran ini akan membuat nafas berbau tak sedap yang tentu akan merusak suasana romantis yang dibangun.

4. Keju Produk susu juga dikenal sebagai ‘pembunuh’ gairah seksual. Nah, sebagai salah satu bahan makanan yang terbuat dari susu, tentu keju menjadi daftar yang harus kita hindari. Selain itu, keju juga membuat tubuh memproduksi banyak cairan dan membuat perut menjadi kembung.

Baca Juga:   Gaya Seksi 'Kembar Tiga' Kate Middleton di Royal Ascot

5. Licorice atau akar manis Licorice dapat mengurangi libido pada pria dan wanita. Hal ini telah dibuktikan lewat riset yang diterbitkan dalam the New England Journal of Medicine.

 

(Sumber : detik.com )