Jalan Desa Bandar Pulau Kupak-kapik Dilintasi Truk Kebun, PTPN III KBDSL Dituding Tak Peduli

Rekanbola – Kondisi jalan desa Perkebunan Bandar Pulau Kecamatan Songsongan Kabupaten Asahan kini cukup memprihatinkan. Di tengah musim penghujan saat ini, jalan tersebut hancur lebur penuh berubah menjadi bubur lumpur, sehingga susah dilalui warga.

Pihak Kebun Bandar Selamat (KBDSL), yang merupakan salah satu unit kerja dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dituding tidak peduli dengan kondisi jalan tersebut. Padahal menurut warga, pihak kebunlah yang paling banyak menyumbang kerusakan tersebut, karena kendaraan pengangkut sawit yang lewat selalu melebihi tonase.

Karena pihak kebun dinilai tidak ambil perhatian, warga pun terpaksa bergotong-royong untuk memperbaikinya dengan segala keterbatasannya.

Pantauan Rekanbola.com di lokasi, Senin (10/12/2018), jalan yang menuju ke desa Perkebunan Bandar Pulau persisnya di Afdeling 4, kondisinya terlihat penuh bubur lumpur, sehingga sangat sulit untuk dilalui.

Ervis Siagian (36), seorang warga Aek Songsongan yang sehari-hari melintasi jalan tersebut mengesalkan kinerja Basuki selaku Manajer PTPN III Kebun Bandar Selamat.

Dia menilai, pihak PTPN III kurang perhatian terhadap jalan desa tersebut, padahal menurut Ervis, jalan itu merupakan poros utama bagi warga desa Perkebunan Bandar Pulau dan Desa Aek Bamban.

“Kami berharap serta meminta kepada pihak manejemen PTPN III KBDSL Bandar Selamat segera menyahuti dan membenahi jalan kami yang rusak akibat kendaraan perkebunan yang setiap hari melintas membawa muatan lebih. Kalau tidak segera dibenahi oleh manejeman Kebun Bandar Selamat jalan ini, kita akan mengajukan pada pihak Dasah Asahan atau Kandir PTPN III di Medan,” katanya kepada metro24jam.com.

Sementara itu, pihak PTPN III Kebun Bandar Selamat ketika dikonfirmasi melalui Askep Kebun Bandar Selamat, Rudi Sinaga, mengatakan pihaknya tetap melakukan perawatan jalan rawat sesuai anggaran yang tersedia.

Baca Juga:   Kapolri Siapkan Beasiswa ke Luar Negeri bagi Lulusan Akpol

“Berhubung curah hujan cukup tinggi, beberapa jalan mengalami kondisi yang demikian, namun tetap diupayakan untuk tetap dapat dilalui,” katanya.

Rudi Sinaga juga menjelaskan, anggaran perawatan badan jalan tetap disisihkan oleh pihak kebun setiap tahunnya.

Terpisah, Kepala Desa Perkebunan Bandar Pulau Rahmad Sambas, yang ditemui metro24jam.com di Kantor Balai Desa Perkebunan Bandar Pulau menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih fokus memperbaiki saluran drainase saja. “Nanti, perlahan kita sirtu,” cetusnya.