Jelang Hari Raya Nyepi, Perajin Ogoh-Ogoh di Denpasar Banjir Pesanan

REKANBOLA – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada hari Kamis (7/3), para perajin ogoh-ogoh mulai kebanjiran pesanan. Salah satunya kelompok perajin ogoh-ogoh Gases Bali, berlokasi di Sesetan, Gang Taman Sari, nomor 25, Denpasar, Bali.

“Kita di Gases sudah hampir menerima pesanan hampir 90 (ogoh-ogoh), dan itu pun sudah dikirim ke luar daerah, ada yang ke Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera. Tapi yang paling banyak dikirim ke Surabaya ada 11 ogoh-ogoh,” ucap Putu Indra Bayu pemilik Gases Bali, saat ditemui di gudang pembuatan ogoh-ogohnya, Jumat (1/3).

Putu Indra juga menjelaskan, untuk pemesanan di daerah Bali juga banyak, mulai dari Kabupaten Buleleng, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, serta hotel-hotel di kawasan Kuta dan Nusa Dua.

“Kalau di Bali ada Buleleng, Nusa Penida, dan hotel-hotel paling banyak, di Kuta dan Nusa Dua hampir 16 hotel yang kita terima sekarang,” imbuhnya.

Menurut Putu Indra, untuk pemesanan tahun sekarang, jika di bandingkan tahun lalu ada sedikit penurunan sekitar 4 persen. Karena tahun lalu pemesanan bisa mencapai 100 ogoh-ogoh.

Sementara, untuk harga ogoh-ogoh yang tergantung dari ukuran besar atau kecilnya, yang dipatok dari harga Rp 2,5 juta sampai Rp 12 juta.

“Tapi ogoh-ogoh yang paling banyak dipesan yang ukuran 3 meter. Kalau untuk kendalanya dari bahan bakunya styrofoam, karena kita harus mengambil batang (styrofoam) dari luar daerah,” ujar Putu Indra.

Selain itu, menurut Putu Indra untuk tahun ini juga belum ada pesanan dari luar negeri, berbeda pada tahun yang lalu ada pesanan dari Jepang dan Belgia.

“Tahun ini nggak ada keluar negeri, kalau tahun yang lalu ada. Ke Jepang dan ke Belgia. Kalau omzet sekarang iya bisa ratusan juta,” ujarnya.

Baca Juga:   Diduga Takut Dimarahi karena Sering Bolos, Pelajar SMP di Depok Gantung Diri