Jokowi Bagi KIP kepada 4.000 siswa se-Gorontalo: Buat Beli Pulsa Tidak Boleh

REKANBOLA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 4.000 siswa se-Provinsi Gorontalo. 4.000 siswa ini terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA/SMK.

Penyerahan dilakukan di Gelanggang Olahraga David-Tonny Gorontalo. Jokowi didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Kepada 4.000 siswa, Jokowi berpesan agar dana yang masuk ke KIP digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Seperti dimanfaatkan untuk membeli buku, sepatu, tas dan seragam sekolah.

“Buat beli pulsa tidak boleh, kalau ketahuan, kartunya dicabut. Ini janjian-janjian. Tidak boleh. Ini hanya untuk hal-hal berkaitan dengan pendidikan,” tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta mengingatkan siswa harus belajar tekun agar kelak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Waktu belajar disarankan untuk ditingkatkan, jangan sampai sehari hanya belajar kurang lebih 1,5 jam.

“Abis subuh belajar, sore belajar, abis isya kerjakan PR. Kalau sudah lulus SMP, SMK, mau teruskan kuliah sekarang ada ini KIP Kuliah. Untuk kuliah. Anak-anak harus belajar supaya masuk ke jenjang lebih tinggi, politeknik, universitas yang lebih baik,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan 4.000 siswa yang hadir merupakan penerima program KIP tahun 2018. Namun, mereka belum sempat mencairkan dana KIP.

Muhadjir mencatat, jumlah penerima KIP tahun 2019 untuk semua jenjang se-Provinsi Gorontalo adalah 80.502 siswa. Adapun jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 41.170.700.000.

“Izin bapak Presiden, data penerima akan terus bertambah seiring dengan adanya usulan-usulan penerima KIP baru,” kata Muhadjir.

Baca Juga:   Amien Ancam Jewer Haedar, Fahri: Itu Bercanda Tingkat Dewa