KABAR PASAR: Momentum Emisi Obligasi Valas, BPK Soroti Mekanisme Tambahan Subsidi

REKANBOLA – Berita mengenai momentum bagi penerbitan surat utang valas serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyoroti mekanisme tambahan subsidi menjadi sorotan media massa hari ini.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Momentum Emisi Obligasi Valas. Tren penurunan imbal hasil obligasi secara global menjadi momentum bagi korporasi domestik untuk menerbitkan surat utang valas yang menawarkan biaya dana relatif lebih murah.

BPK Soroti Mekanisme Tambahan Subsidi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang mekanisme penambahan subsidi energi tidak melalui revisi APBN.

Bersinergi Genjot Pajak. Kementerian Keuangan memperkuat integrasi sistem data, audit, analisis, dan pemeriksaan antara Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan Direktorat Jenderal Anggaran dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara.

Proyek Infrastruktur Pengerek Defisit. Upaya pemerintah menggenjot proyek infrastruktur turut menyumbang kenaikan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun 2018. Situasi ini menunjukkan bahwa pembangunan industri dalam negeri tak bisa ditawar-tawar lagi.

Penanaman Modal Asing Masih Lesu Darah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama tahun ini tampaknya tak akan banyak mendapat sokongan dari kinerja investasi. Sebab, realisasi investasi periode Januari-Maret 2019 diperkirakan akan tumbuh melambat.

Defisit Pengganjal Bunga Acuan Turun. Bank Indonesia (BI) belum memberikan sinyal penurunan suku bunga acuan (BI 7Day Reverse Repo Rate /BI7DRRR), meski Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memberi sinyal tak akan menaikkan bunga tahun ini. Pertimbangan BI, karena defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) Indonesia masih menganga.

Baca Juga:   Ngerem Impor Produk Pertanian, RI Digugat AS Rp 5 T