Kabur dari kejaran begal, Halifah jatuh dan alami patah tulang

Rekanbola – Halifah (45), warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami patah tulang setelah terpelanting dari boncengan suaminya karena panik dikejar begal. Peristiwa itu dalam penyelidikan kepolisian.

Aksi kejahatan jalanan itu, terjadi Minggu (9/9) malam kemarin, sekira pukul 21.00 WITA, di Jalan Abdul Wahab Syachranie. Halifah, dan suaminya, Syarifudin, hendak pulang ke rumah.

Saat melintas genangan air di Jalan Abdul Wahab Syachranie, tas Halifah tiba-tiba hendak dirampas pemuda tidak dikenal, menggunakan motor. Halifah dan pria terduga begal itu, sempat tarik menarik tas.

Panik, Syarifudin terus memacu motor, sambil membonceng istrinya. Bukannya kabur, pemuda begal itu malah berusaha mengejar, kembali ingin merampas tas Halifah. Apes, di perjalanan, Syarifudin menabrak pemotor lain di depannya.

“Karena saya panik, di belakang dikejar (begal), saya menabrak motor di depan, kebetulan belok tidak pakai lampu sein. Saya jatuh dari motor, istri saya terpelanting,” kata Syarifudin, dikonfirmasi rekanbola, Senin (10/9).

Halifah, terluka parah, dan mendapatkan perawatan intensif medis, setelah dibantu warga sekitar kejadian dengan membawanya ke RSUD Abdul Wahab Syachranie. “Istri saya patah tulang belakang bagian bahu, karena terpelanting dari motor, karena ada yang ngejar (begal) di belakang. Sekarang istri saya (Halifah) lagi pakai alat bantu pernafasan,” ujar Syarifudin.

“Pelakunya kabur. Saya cuma sempat perhatikan ciri motornya, dan pelakunya anak muda, badannya kurus. Kurang jelas terlihat karena posisinya malam tadi itu, pas jalan agak gelap,” tambahnya.

Kepolisian sempat meminta keterangan Syarifudin, sore ini tadi. “Barusan ini kita minta keterangan terkait itu. Yang jelas, informasinya kita sudah terima. Sekarang sedang kita selidiki,” kata Kapolsek Samarinda Ulu, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, dikonfirmasi rekanbola terpisah.

Baca Juga:   Manfaat Mandi Air Dingin bagi Kesehatan dan Kecantikan