Kala Tentara Afghanistan dan Taliban Berpelukan demi Lebaran

Rekanbola – Militer Afghanistan dan militan Taliban sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat di akhir Ramadan. Itu dilakukan demi memperingati Idulfitri, hari raya untuk umat Muslim.

Diberitakan Reuters, dua kubu yang biasanya berjibaku dengan senjata itu kini saling bersalaman, bahkan berpelukan. Dari video dan foto-foto yang disebar di media sosial, terlihat tentara-tentara Afghanistan maupun Talibat tersenyum bahagia.

Mereka bertukar salam Lebaran dan berpelukan di Kabul, Zabul dan Maidan Wardak.

Sejauh ini, kata Deputi Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Masood Azizi gencatan senjata masih terpantau aman. Pihaknya terus memonitor gencatan senjata di seluruh Afghanistan.

“Untungnya tidak ada serangan,” ujarnya kepada Reuters.

Hal senada disampaikan Gubernur di Helmand, Kandahar dan Zabul. Kedua belah pihak, militer Afghanistan maupun militan Taliban sama-sama menghormati kesepakatan yang sudah diambil. Alhasil, tidak ada laporan kekerasan maupun serangan dalam 24 jam terakhir.

Anggota sayap kanan menyelenggarakan pertemuan antara militer Afghanistan dan militan Taliban di ibu kota Helmand, Laskargah. Baik perempuan maupun laki-laki berkumpul di sana. Mereka membawa senjata, namun menyimpannya di samping masing-masing sebelum berpelukan.

“Itu adalah Hari Raya Idulfitri paling damai. Untuk pertama kalinya kami merasa aman. Sulit menggambarkan kebahagiaannya,” ujar Qais Liwal, salah satu mahasiswa di Zabul.

Sebelumnya, pemerintah Afghanistan mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari dalam rangka Idulfitri. Tak disangka, Taliban mengiyakan gencatan senjata itu, tanpa syarat. Namun, mereka menegaskan gencatan senjata tak berlaku untuk serangan dari militer luar.

Gencatan senjata diawali bertepatan dengan malam takbiran sekaligus pembukaan Piala Dunia 2018, Kamis (14/6) malam lalu. Setidaknya, mengutip Reuters itu akan berakhir Rabu (20/6).

Baca Juga:   PVMBG Bantah Kalau Gunung Salak Erupsi

Namun sebelum gencatan senjata, pemimpin Taliban Pakistan, Mullah Fazlullah, disebut terbunuh dalam serangan udara di Afghanistan. Itu dikonfirmasi Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Mohammad Radmanish pada Jumat (15/6).

Disebutkan, Fazlullah terbunuh dalam serangan udara yang menjadi operasi gabungan Amerika Serikat dan Afghanistan. Serangan dimulai pukul 09.00, Kamis (14/6) waktu setempat.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa Mullah Fazlullah, pemimpin Taliban Pakistan, telah tewas dalam operasi udara gabungan di daerah perbatasan distrik Marawera, Provinsi Kunar,” demikian ujar Radmanish seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/6).

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)