Kalah Real Count, Sudrajat-Syaikhu Belum Menyerah Juga

Rekanbola – Sistem informasi penghitungan suara (Situng) atau real count KPU untuk Pilgub Jawa Barat sudah mencapai 90% pada pagi hari tadi. Hasilnya pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, berada di posisi pertama.

Ridwan Kamil-Uu unggul dengan perolehan suara 33,22%. Selanjutnya pasangan nomor 2 Tb Hasanuddin-Anton Charliyan mendapat perolehan suara sebesar 12,52%, pasangan nomor 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu 28,32%, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 25,95%.

Data ini sudah mencapai 90,90% yang berasal dari 68.137 TPS dari total 74.956 TPS. Total suara yang masuk mencapai 20.610.783, di mana yang sah mencapai 96 persen atau 19.949.672 suara. Suara tidak sah 673.723.

Sudrajat-Syaikhu jadi pasangan yang paling mendekati perolehan suara Ridwan Kamil-UU. Jika dihitung, ada selisih suara sebesar 4,9%.

Ridwan Kamil sempat sujud syukur saat hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei mengeluarkan hasil perhitungan suara pada Kamis (28/6) kemarin.

Terkait hal ini, Sudrajat menyatakan akan menunggu perhitungan manual (real count) yang dilakukan KPU Jabar. Sudrajat pun mengatakan belum bisa memberi selamat kepada Ridwan Kamil-UU.

“Itu hak mereka. Mereka juga senang kan menang 2% lebih. Saya kira itu hal yang sangat wajar. Dan saya hanya mengatakan saya belum bisa mengucapkan selamat karena saya harus berdasarkan real count yang diberikan KPUD,” ujar Sudrajat saat ditemui di kediamannya, Jumat (29/6/2018).

Lalu apakah Sudrajat akan mengajukan gugatan hasil Pilgub Jabar ke Mahkamah Konstitusi (MK)?

“Memang sesuai pengalaman yang lalu, kalau kasus pilkada gini kebanyakan memang kalau di bawah 2,5% biasanya dispute. Ada suatu pembuktian baru ke mahkamah,” ujar Sudrajat.

“Kita lihat saja nanti, saya tidak bisa ambil keputusan sekarang, harus bicara dengan timses. Dan kita tunggu sampai kapan itu bisa kelihatan.

Baca Juga:   Polisi Turun Tangan Ungkap Video Porno 'Aryodj'

Tapi kalau itu ranahnya bisa ditegakkan melalui hal-hal yang lebih baik, itu akan kita kerjakan. Jadi kami menunggu perhitungan dan analisa serta perhitungan yang cermat untuk langkah2 apa yang kita ambil bersama-sama tim sukses,” tambah politikus Partai Gerindra ini.

Hal senada diungkapkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Soal hasil quick count pilkada serentak 2018, Prabowo memilih menunggu hasil resmi pilkada dari KPU. Saat ditanya soal perolehan suara Sudrajat-Syaikhu, Prabowo juga mengatakan menunggu hasil perhitungan manual KPU.

“Ya, kita tunggu hasil yang sebenarnya. Kita waspada, gitu saja,” ujar Prabowo kepada wartawan setelah menghadiri halalbihalal keluarga besar Universitas Bung Karno (UBK), Jl Kimia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2018).

PKS yang juga mengusung Sudrajat-Syaikhu meminta semua pihak bersabar menanti hasil resmi dari KPU pada 9 Juli 2018. Wakil Ketua DPW PKS Jabar Haru Suandharu mengatakan penghitungan suara resmi perlu dihormati karena metode tersebut termasuk dalam aturan pilkada serentak.

“Itu kan baru dari rekapitulasi C1 yang punya KPU. Kita juga sama lagi rekap. Jadi prinsipnya, kita ketemu saja di rekapitulasi manual lah,” ucap Haru saat dihubungi, Jumat (29/6/2018).

“Nanti kalau real count menjadi keputusan, buat apa ada rekapitulasi manual di PPK. Udah saja pemilihannya jangan nyoblos,” sambung pria yang juga menjabat Ketua Tim Pemenangan Sudrajat-Syaikhu.

 

 

( Sumber : detik.news )