Kapitra Ungkap Jalan Panjang Menuju SP3 Kasus Chat Habib Rizieq

Rekanbola – Polisi menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus dugaan chat porno yang melibatkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, bercerita hingga kasus kliennya ini dihentikan.

“SP3 tidak ada hubungan dengan politik,” kata Kapitra saat dihubungi, Minggu (17/6/2018).

Rizieq sendiri ditetapkan sebagai tersangka pada Mei 2017 setelah chat yang diduga antara dirinya dengan Firza Husein tersebar lewat situs baladacintarizieq.com. Beberapa bulan sebelumnya, Kapitra mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Menko Polhukam Wiranto.

Komunikasi ini dibangun setelah ada Aksi Bela Islam 212 pada 21 Februari 2017. Kapitra bersama Rizieq diundang ke kantor Wiranto.

“Kebetulan saya kenal dengan Pak Wiranto, saya telepon, saya protes. Tapi dia masih sibuk, itu bulan Februari 2017. Beliau undang ke kantor. Kemudian saya bilang, kita mau dialog nih. Saya disuruh ke rumah dinas. Datanglah Habib Rizieq dan semua. Mulai komunikasi dibangun di sana,” ujar Kapitra.

Kapitra bertemu Jokowi pada Ramadan tahun lalu

Hingga akhirnya Ramadan tahun 2017 kemarin, Kapitra mulai menjalin komunikasi untuk dapat berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kapitra mengaku pertemuan dirinya dengan Jokowi akhirnya dapat terjadi.

Kapitra ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan pendapat umum soal kasus Rizieq. Dia mengatakan pertemuan dengan Jokowi terjadi pada 27 Ramadan 2017. Dia mengaku soal SP3 kasus ini mulai dibahas pada Idul Fitri tahun lalu.

“Presiden bilang, ‘kenapa kita tidak dari lama bertemu?’. Saya bilang ‘411 kita demo. 212 itu bukan demo, tapi kita ingin bertemu presiden ingin menyampaikan penegakan hukum soal penistaan agama,” ucap dia.

“Akhirnya terbuka lah kotak pandora. Kita minta komunikasi ini terbangun terus,” ucap Kapitra.

Baca Juga:   Komentar Dokter Paru Soal Cerita Pria Kena Infeksi Karena Kaos Kaki Bau

Pertemuan Rizieq, Bahtiar Nasir dan Kapitra dengan Menko Polhukam Wiranto

Hingga akhirnya polisi membenarkan kasus chat porno Rizieq sudah di-SP3. Kabar ini sebenarnya sudah berembus di awal Juni 2018.

Kapitra mengatakan ada 2 alasan utama kasus Rizieq mesti disetop. Pertama soal konten yang disebarkan disadap lembaga yang tak berwenang. Kedua soal pengunggah konten yang tak diketahui sehingga tak pernah diperiksa penyidik kepolisian.

“Bahwa hasil penyadapan dari instansi ilegal, bukan dari instansi negara yang dibolehkan dalam UU seperti BIN, KPK, BNN. Selain itu tidak dapat jadi barang bukti,” tuturnya.

“Kemudian yang mendistribusikan anonymous itu, itu tidak jelas duduk hukumnya. Bagaimana ini bisa diketahui itu chat-nya benar atau tidak kalau yang mendistribusikannya tidak pernah diperiksa. Polisi terbentur dua tembok yang substansial ini. Sehingga tak ada pilihan lain kecuali polisi mengeluarkan SP3,” sambung Kapitra.

 

 

(Sumber : detik.com)