Kasus Driver Ojek Online Kecelakaan Sebabkan Penumpang Tewas Diputus Hari Ini

REKANBOLA – Ribuan driver ojek online (ojol) se- Surabaya akan menggeruduk Pengadilan Negeri Surabaya. Mereka melakukan aksi solidaritas untuk driver yang akan divonis dalam kasus kecelakaan dengan seorang tentara.

Daniel Lukas Rorong, humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, mengatakan sejak awal pihaknya bersama paguyuban atau lintas komunitas driver online mengawal kasus hukum yang dialami Ahmad Hilmi Hamdani.

“Kami berharap pada hakim agar memvonis bebas Ahmad Hilmi Hamdani dari segala tuntutan. Semoga masih ada keadilan hukum di negeri ini,” katanya, Rabu (20/3).

Sejak kemarin para driver sudah melakukan persiapan untuk aksi solidaritas hari ini. Mulai dari mempersiapkan spanduk serta aneka poster berisikan tuntutan aksi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk ikut mengawal serta mengamankan aksi solidaritas ini dari segala kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban,” tambahnya.

Mengingat banyaknya jumlah peserta aksi, pihaknya sudah memberikan instruksi dan menyebar imbauan agar peserta aksi tidak melakukan penutupan jalan. Dia memastikan tidak akan melakukan aksi sweeping terhadap driver ojek online lainnya.

“Kami berharap agar jadwal sidangnya tetap berlangsung pukul 10.00 WIB dan tidak molor,” harap Daniel.

Sebelumnya, terdakwa Ahmad Hilmi Hamdani terlibat kecelakaan saat melintas di Jalan Mastrip Bogangin, Karang Pilang, Surabaya, Selasa pada 17 April 2018 lalu.

Terdakwa saat itu sedang mengantarkan penumpang bernama Umi Insiyah. Sepeda motor Yamaha Vega L 5226 PD yang dikemudikannya melaju di jalan tersebut dari arah Utara ke Selatan dan hendak menyeberang menuju Gang Bogangin I.

Dari arah berlawanan melaju sepeda motor Kawasaki Ninja L 3560 RK yang dikendarai Miftakhul Efendi, seorang tentara. Karena jarak yang terlalu dekat, membuat kecelakaan tak bisa dihindari.

Baca Juga:   Ini yang dirasakan Paspampres jika Presiden RI terancam di luar negeri

Kecelakaan itu menyebabkan Hilmi dan Umi mengalami luka berat. Sekitar dua bulan kemudian Umi meninggal dunia ketika sudah dirawat di rumah. Namun Hilmi tetap dijerat akibat kecelakaan itu menyebabkan kematian seseorang.

Achmad Hilmi Hamdani dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Neldy Deny tiga bulan penjara pada Rabu (27/2) lalu, karena dianggap melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi “Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 Juta”