Kasus kekerasan anak di internet, Menkominfo harap semua ekosistem terlibat

Rekanbola.com –  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, mengatakan, penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak-anak di dunia internet merupakan pekerjaan bersama. Tak hanya jadi tugas pemerintah semata. Menurutnya, bila seluruh ekosistem bergerak terhadap persoalan ini, maka dapat memerangi terjadinya hal itu.

Semuanya harus dilibatkan, pemerintah, NGO, CSO, juga harus ada, ungkapnya diJakarta.

Meski begitu, kata dia, pondasi awal memberikan pemahaman dan pendampingan semestinya dilakukan oleh orang tua terlebih dahulu. Barulah elemen lain mulai dari sekolah dan masyarakat di sekitar.

Ini bukan berarti anak-anak tidak boleh mengakses internet. Tetapi, bagaimana peran orang tua mendampinginya, katanya yang dikutip dari laman resmi Kominfo.

Sejauh ini, Kementerian yang dipimpinnya itu telah melakukan berbagai hal dalam menangani konten-konten internet. Terdapat dua pendekatan yang dilakukannya, mulai dari hulu sampai dengan hilir. Di hulu, pria yang akrab disapa Chief RA ini menyatakan telah menyediakan sebanyak 289 ribu situs yang dianggap positif.

Kebanyakan domainnya itu .edu. Artinya dikhususnya untuk pendidikan dan dapat diakses anak-anak, jelasnya.

Sementara, di sisi hilir, pihaknya mengklaim telah melakukan pemblokiran terhadap konten-konten negatif. Sementara itu Plt. Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Lies Rusdianti, turut menegaskan perubahan pola pikir di lingkungan keluarga dan masyarakat turut berperan penting dalam mengentaskan kekerasan pada anak.

Kita juga harus mengubah mindset yang menerima dan membenarkan kekerasan terhadap anak. Harus berikan layanan yang menjangkau, memberi pemahaman kepada orang tua, pemahaman kepada anak-anak untuk melindungi diri sendiri. Kita butuh partisipasi dari semua komponen masyarakat, jelas Lies.

 

Baca Juga :

 

Baca Juga:   Tiga pengunjung hiburan malam di BSD Tangerang terjaring razia narkoba

Hasil gambar untuk MInion logo