Kelabui Petugas BNN, Pria Simpan Sabu Senilai Rp 2 Miliar di Kap Motor

REKANBOLA – Rudi dan Taufik, warga Loktuan Bontang Kalimantan Timur, dibekuk petugas BNNP Kalimantan Timur di jalan poros Sangatta Kutai Timur, menuju Bontang. Keduanya tepergok membawa 1,028 kg sabu dari Malaysia, sambil membawa keranjang belanja dan ayam untuk mengelabui petugas.

“Sabu ini harganya fluktuatif. Dirupiahkan, harga 1 kg sabu bisa Rp 1 miliar dan Rp 2 miliar. Sabu sebanyak itu masuk ke Kaltim, dari Malaysia melalui perbatasan Kaltara dan Kaltim,” kata Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Raja Haryono, di kantornya, Jumat (1/3) sore.

Bekerjasama dengan BNNP Provinsi Kalimantan Utara, Haryono memastikan telah menempatkan personelnya untuk memantau jalur masuk di perbatasan Kaltim-Kaltara mengantisipasi masuknya sabu ke Kalimantan Timur.

“Masuknya ini melalui jalur laut, kemudian jalur darat. Luasnya perbatasan kita dengan Kaltara dan panjangnya garis pantai di Kaltara, dimanfaatkan pengedar untuk menyelundupkan sabu dari sana (Malaysia). Apalagi, kita keterbatasan personel. Tapi kita tidak kalah sigap,” ujar Haryono.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pemberantasan BNNP Provinsi Kalimantan Timur, AKBP Halomoan Tampubolon, menerangkan penyelundupan 1,028 kg sabu itu digagalkan Selasa (26/2) pagi pukul 06.45 Wita.

“Kita dapat info ada narkotika dikirim dari utara ke Samarinda. Kita potong tengah jalan. Kita dapatkan 1,028 sabu dalam 3 bungkus berisi sabu,” jelas Tampubolon.

“Jadi modusnya tersangka Rd ini mengendarai motor membawa ayam dan keranjang belanja. Sempat kita buka saringan udara di motor matiknya Yamaha Aerox,” tambah Tampubolon.

Petugas nyaris terkecoh. Bungkusan sabu disimpan di kedua kap motor kiri dan kanan. “Kalau kita kalah jeli, barang bukti sabu tidak akan dapat,” ungkapnya.

Masih di hari yang sama, petugas BNN bergeser ke Bontang. Sebuah rumah di kawasan Brebas Pantai digerebek lantaran menjadi loket penjualan sabu di dinding rumahnya. Ada 24 paket sabu seberat 12,67 gram sabu disita sebagai barang bukti.

Baca Juga:   Beredar Video Siswi SMP di Kendal Merokok dan Berciuman

“Kita tangkap satu tersangka, HS. Baik dari kasus 1,028 kg sabu dan 24 poket sabu itu, kesemua tersangka terancam hukuman mati,” kata Tampubolon.