Kempes: Maradona Juara Piala Dunia 1986, Messi Apa?

REKANBOLA – Legenda sepakbola Argentina, Mario Kempes menilai membandingkan Lionel Messi dengan Diego Maradona hal yang tidak masuk akal. Sebab, sejauh ini Messi masih belum memenangkan gelar Piala Dunia.

Perdebatan siapa yang terbaik antara Messi dan Maradona kembali memanas seiring digulirkannya Piala Dunia 2018. Apalagi setelah Messi tampil buruk di laga perdana Argentina.

Sergio Ramos adalah sosok yang ikut memanaskan perdebatan siapa yang terbaik antara Messi dan Maradona untuk sepakbola Argentina. Kapten timnas Spanyol itu mengatakan jika Messi lebih baik jika dibanding Maradona.

Ramos Dibantah Kempes

Ramos Dibantah Kempes

Pernyataan Ramos bahwa Messi lebih baik dibanding Maradona langsung dibantah oleh Kempes. Menurutnya, kedua sosok tidak bisa dibandingkan karena berada di era yang berbeda. Selain itu, Messi juga belum meraih gelar Piala Dunia.

“Itu tidak masuk akal. Messi memang hebat, tapi dia belum menjuarai Piala Dunia. Membandingkan dua pemain dari era yang berbeda itu mustahil,” buka Kempes.

“Saya menjuarai Piala Dunia 1978, Maradona menjuarai Piala Dunia 1886 dan Messi masih belum punya apa-apa. Seperti itulah kenyataannya,” tandas pria berusia 63 tahun tersebut.

Tak Punya Rencana Cadangan

Tak Punya Rencana Cadangan

Argentina hanya mampu bermain imbang 1-1 saat berjumpa Islandia, pada laga perdana di penyisihan grup Piala Dunia 2018. Kempes tentu saja tidak puas dengan hasil itu. Kempes pun mengecam Albiceleste yang dia sebut tidak kreatif.

“Argentina hanya punya rencana A dan mereka tidak punya solusi dengan rencana B dan rencana C,” paparnya.

“Rencana A adalah memberikan bola pada Messi, lalu menutup mata dan menunggu sesuatu terjadi. Tapi, jika Messi terkena flu, mereka harus punya solusi lain yang tepat,” tandas Kempes.

Baca Juga:   Fabinho Gabung Liverpool Demi Gelar Juara

Terlalu Individual

Terlalu Individual

Kempes melihat ada masalah yang cukup krusial yang di Argentina. Masalah utama, seperti yang sudah dia singgung, tentu saja ketergantungan pada Messi. Selanjutnya, para pemain tampil sebagai individu bukan sebagai tim.

“Mereka semua [pemain Argentina] adalah teman Messi, tapi mereka bukan rekan satu tim Messi,” papar sosok yang pernah bermain untuk tim Indonesia, Pelita Jaya, tersebut.

“Mereka unggul secara individual, tapi tidak sebagai tim. Argentina telah melakukan kerap pergantian pelatih beberapa tahun terakhir, tapi hasilnya mengecewakan. Kami harus mengubah sesuatu dalam tim,” tutup Kempes.

Baca Juga :