Kenapa Motor Baru Jarang Dibekali Starter Engkol?

REKANBOLA – Selain menggunakan electric starter, cara menghidupkan mesin motor bisa dilakukan dengan mekanisme manual melalui kick starter atau banyak dikenal dengan sebutan engkol. Tapi baru-baru ini makin jarang pabrikan motor yang menyematkan ‘engkol’ di produk motornya. Beberapa contohnya adalah All New Vario 150, All New Vario 125, dan Yamaha Lexi.

Dijelaskan mekanik Duta Motor Sport Bekasi, Ryan Fasha, ada beberapa alasan yang melandasi pabrikan motor tidak membekali kick starter di produk motornya. Pertama adalah untuk mengurangi ongkos produksi.

“Iya, untuk cost down. Jadi supaya ongkos produksi jauh lebih murah karena ngurangin part,” kata Ryan kepada detikcom, di Bekasi.

Selain untuk mengurangi ongkos produksi, sistem electric starter di motor sekarang ini pun sudah tergolong canggih.

“Iya, sistem starter motor-motor sekarang udah canggih. ACG di Honda contohnya. Nggak pakai dinamo motor starter lagi,” lanjut Ryan.

Mengutip laman resmi hondacengkareng, fitur electric starter ACG (Alternating Current Generator) ini punya sejumlah keunggulan.

Seperti mengurangi getaran dan bunyi ‘bletak’ saat menyalakan motor, mengurangi konsumsi BBM, dan yang paling penting bisa mengisi aki secara otomatis. Sehingga pengguna motor tidak perlu khawatir motor tidak bisa nyala karena tegangan aki rendah.

Selain itu, alasan lain motor tak menggunakan engkol lagi adalah mengikuti tren. Misalnya motor besar, motor sport hingga skutik bongsor tidak lagi menggunakan kick starter.

Selain dengan sistem electric starter yang canggih, pabrikan motor juga mengompensasi absennya kick starter di motor, dengan menyematkan indikator aki di panel instrumen, contohnya seperti di All New Vario 150 dan All New Vario 125. Jadi pengguna bisa memantau kondisi aki motornya agar tetap di tegangan yang ideal.

Baca Juga:   Mobil Listrik, Benarkah Lebih Baik dari Versi Konvensional?