Kepala HAM PBB Mengecam Aksi Kekerasan Israel di Gaza

 

Rekanbola.com – Kepala HAM PBB, pada Jumat (27/4/2018), menyampaikan protes kepada Israel untuk menghentikan penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh pasukan keamanan Israel di seluruh perbatasan Gaza.

Karena mereka telah melukai dan membunuh banyak warga Palestina. Setidaknya setelah empat minggu protes di perbatasan Gaza dimulai, sudah 42 warga palestina yang terbunuh dan sekitar 5500 lainnya terluka, seperti yang dilansir dari Reuters.

1. Penggunaan kekuatan secara berlebihan terhadap aksi protes “Great March of Return”

Kepala HAM PBB Mengecam Aksi Kekerasan Israel di Gaza

Pernyataan protes yang disampaikan Kepala HAM PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein, kepada Pemerintah Israel, disebabkan pasukan keamanan penjaga perbatasan Gaza-Israel bertindak secara berlebihan dalam menggunakan kekuatannya.

Demonstrasi akbar yang dilancarkan warga Palestina di Gaza bertujuan untuk menyuarakan protes mereka agar dapat kembali ke tanah kelahirannya, bukan untuk mengancam keamanan.

Sayangnya ketika para demonstran mendekati pagar pembatas perbatasan Israel-Gaza yang jaraknya bisa dikatakan masih cukup jauh, pasukan keamanan Israel langsung menggunakan protokol keamanan “ekstrem” untuk menanggulangi aksi tersebut.

Dalam aksinya, terbukti pasukan keamanan Israel menggunakan gabungan peluru hidup dan karet untuk mengusir para demonstran. Setelah hampir 4 minggu protes berjalan, setidaknya sudah ada 42 warga palestina, termasuk jurnalis yang terbunuh dan 5500 lainnya terluka.

2. Menteri Luar Negeri Israel tidak langsung mengomentari protes PBB

Kepala HAM PBB Mengecam Aksi Kekerasan Israel di Gaza

Pemerintah Israel melalui Menteri Luar Negerinya tidak langsung menanggapi pernyataan protes PBB tersebut. Sebelumnya, Israel sudah pernah menyatakan bahwa akan melakukan apa yang mereka bisa untuk menghindari jebolnya pagar perbatasan yang sangat vital.

Di sini yang dimaksud “melakukan apa yang mereka bisa” adalah dengan menggunakan kekuatan mematikan, yang menurut Israel sesuai dengan standar hukum internasional apabila situasi sudah mencapai titik “kebutuhan ekstrem”.

Baca Juga:   Bersihkan Kali Asem, petugas Badan Air DKI temukan dua mortir di Cipete

Zeid menanggapi pernyataan tersebut dengan memaparkan bukti mengenai situasi sebenarnya yang sedang terjadi di lapangan.

Menurutnya, demonstran Palestina yang melempar batu dan molotov dari jarak jauh dengan pagar perbatasan, yang telah dijaga ratusan pasukan keamanan bersenjata lengkap, bukanlah sebuah protokol “kebutuhan ekstrem” yang harus dijalankan oleh Israel.

3. Berbagai kecaman internasional bersiul ke arah Israel

Kepala HAM PBB Mengecam Aksi Kekerasan Israel di Gaza

Komunitas internasional bersatu mengecam tindakan berlebihan yang dilakukan pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel. Negara-negara yang tergabung dalam PBB dan organisasi internasional lainnya, ikut menyuarakan keprihatinan serta protes mereka.

Banyak pengamat beranggapan sesungguhnya tidak ada ancaman nyata yang sedang dihadapi Israel. Melihat para demonstran sebagian besar terdiri atas anak-anak, serta remaja yang melempar batu ke arah pagar perbatasan, di mana letaknya cukup jauh dari lokasi demonstrasi, hal itu bukanlah alasan yang cukup untuk melancarkan aksi kekerasan.

Berbeda dari yang lain, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyayangkan Komisaris Tinggi HAM PBB hanya mengutuk sebuah negara yang sedang membela kedaulatannya (Israel), sementara mengabaikan para teroris Hamas sepenuhnya yang menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia dan melancarkan aski protes, dilansir dari Times of Israel.

(Sumber : news.idntimes.com)

BACA JUGA :