Kerajinan Anting dan Kalung dari Kerang Diminati Singapura & China

REKANBOLA – Kerajinan aksesoris berbahan kerang yang disulap menjadi anting dan kalung cantik diminati mancanegara.

“Saya ngirim lewat kargo, ada yang dikirim ke Singapura, China dan Malaysia,” ucap Mulyadi (30) saat ditemui di gudang kerjanya, Jalan Telaga Ayu, Desa Kedonganan, Badung, Bali, Senin (11/3).

Mulyadi yang berasal dari Desa Tonduk, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Madura Sumenep, Jawa Timur ini, sudah 20 tahun menekuni kerajinan anting dan kalung berbahan kerang.

Dia menjelaskan, untuk proses pembuatan anting dan kalungnya, pertama kerang dibentuk dengan gerinda batu lewat mesin dinamo. Setelah terbentuk, baru ditempel dengan aneka warna-warni jenis kerang dengan menggunakan lem putih merk Fox.

Setelah ditempel, baru dituangkan dengan bahan resin di tempat percetakan. Saat sudah kering, selanjutnya dibentuk lagi dengan gerinda batu, kemudian diampelas dan diservis mengkilat. Tahap terakhir di bor agar berlubang kecil untuk anting dan kalungnya.

“Kalau satu pasang anting saja jual Rp 5 ribu, tapi kalau lengkap anting sama kalungnya saya jual Rp 10 ribu,” ujar Mulyadi.

Untuk bahan kerang beraneka jenis, mulai dari kerang Japin, Kupang, dan banyak jenis lainnya tergantung orderan. Untuk bentuk anting dan kalungnya, ada yang bulat, oval, oval memanjang.

“Dalam sebuah iya bisa bikin 2.000 anting sama kalung. Iya tergantung orderan saja. Kalau omzet bisa Rp 10 juta tiap bulan. Tapi itu bukan bersihnya masih di potong bahan,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, menjadi pengerajin kerang itu tergantung orderan dari pelanggan. Tetapi, selama tahun 2018 sampai 2019 selalu ada saja orderan.

“Untuk orderan dari tahun kemarin samping sekarang biasa-biasa saja, yang pasti selalu ada walaupun tak banyak. Iya ada buat mencukupi biaya keluarga,” ujar Mulyadi.

Baca Juga:   Hias rumah lebih asri yuk, mumpung Ruparupa diskon 70%!