Keripik Ini Diklaim Enak dan Ramah Lingkungan, Mau Coba?

Rekanbola – Sebuah produk keripik baru diklaim enak dan ramah lingkungan. Seperti apa rasa dan proses pembuatannya?

Limbah makanan masih jadi permasalahan di banyak negara. Berbagai solusi pun dicoba termasuk dengan memanfaatkan sisa makanan.

Keripik Ini Diklaim Enak dan Ramah Lingkungan, Mau Coba?

Yang terbaru, Tyson Innovation Lab di Amerika Serikat membuat kampanye pendanaan untuk produksi camilan renyah bernama ¡Yappah!. Keripik ini tidak dibuat dari kentang, jagung atau tortilla seperti biasanya.

Dikabarkan Daily Mail (18/6), ¡Yappah! justru dibuat dari makanan sisa seperti sayuran dan olahan ayam. Keripik ini juga unik karena dikemas dalam kaleng aluminium mirip minuman.

Keripik Ini Diklaim Enak dan Ramah Lingkungan, Mau Coba?

Penggalangan dana dilakukan lewat situs IndieGoGo dimana pelanggan bisa menyumbang beberapa dollar untuk biaya produksi ¡Yappah! dan mencicipnya Juli nanti. “Melawan limbah makanan tidak pernah dengan cara seenak ini,” tulis situs resmi Yappah Foods.

¡Yappah! dikreasikan chef Kang, chef terlatih di French Laundry & Morimoto. Selain sisa makanan, keripik ini juga ditambahkan lebih dari 8 gram protein yang membuatnya sehat.

Varian rasa ¡Yappah! antara lain kari wortel ayam (chicken carrot curry) yang dibuat dari sisa dada ayam dan puree wortel. Ada juga ayam seledri mojo (chicken celery mojo) dari ayam dan puree seledri.

Dua varian lainnya adalah chicken shandy beer dan chicken IPA white cheddar yang dibuat dari sisa olahan ayam dan malted barley.

Keripik Ini Diklaim Enak dan Ramah Lingkungan, Mau Coba?

Yappah Foods mengklaim proses produksi ¡Yappah! turut berkontribusi pada pengurangan nilai limbah makanan per tahun di Amerika yang mencapai USD 218 miliar.

“Merek ini diciptakan guna menginspirasi orang agar memikirkan kembali hubungan mereka dengan makanan dan bagaimana dampaknya pada makanan,” pungkas kepala Tyson Innovation Lab, Rizal Hamadallah.

Baca Juga:   Top 3 Berita Hari Ini: Pesaing XMax dan Harga Avanza-Xenia Seken

 

 

(Sumber : detik.com)