Khawatir Terorisme, Warga Amerika Diimbau Tak ke Piala Dunia

Rekanbola – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan terhadap warganya yang hendak berkunjung ke Rusia untuk menyaksikan Piala Dunia 2018.

Mereka bahkan diminta untuk memikirkan ulang soal rencananya mengunjungi Negeri Beruang Merah. Jika tidak terlalu penting, sebaiknya diurungkan.

Bukan karena Amerika dan Rusia memang masih menyimpan masalah. Seperti diberitakan Reuters, itu lebih karena Amerika mengkhawatirkan ancaman terorisme di sana.

Deplu AS menyatakan pada Jumat (15/6) bahwa teroris sangat mungkin menargetkan kegiatan besar dunia seperti Piala Dunia yang tengah berlangsung di Rusia sampai Juli mendatang. Meski begitu, Deplu tidak menyebutkan ancaman atau teroris mana yang dimaksudnya.

“Kegiatan berskala internasional seperti Piala Dunia menjadi target yang menarik untuk teroris,” demikian Deplu mengeluarkan pernyataannya melalui panduan atau saran perjalanan.

Pernyataan itu berlanjut, “Meskipun pengamanan untuk Piala Dunia akan sangat ketat, teroris mungkin akan menyerang lokasi penyelenggaraan seperti stadion dan area menonton bagi penggemar di sekitarnya, situs-situs wisata, sarana penghubung transportasi, dan panggung publik lainnya.”

Sejauh ini ancaman teror terhadap Piala Dunia 2018 baru disampaikan ISIS, namun belum dapat terkonfirmasi. Pengamanan siber dari Sixgill yang memonitor aktivitas ISIS di internet, diberitakan Daily Star, menemukan ancaman itu.

Mereka menyebut kegiatan yang ditunggu-tunggu pencinta sepakbola itu akan menjadi “ladang pembunuhan massal” yang tak pernah ada dalam sejarah sebelumnya.

ISIS juga menyebar gambar teroris yang berdiri di depan stadion penyelenggara Piala Dunia dan membawa senjata. Gambar itu juga memperlihatkan ledakan, logo Piala Dunia dan logo ISIS sendiri. Ada pula poster bertuliskan, “Piala Dunia 2018. Bunuh mereka semua.”

Begitu banyak poster ancaman teror beredar, namun belum ada yang dapat dikonfirmasi.

Baca Juga:   Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Baru Tahu Pernah Satu Sekolah Saat Playgroup!

Sebelum Piala Dunia berlangsung, ISIS juga pernah menyebut akan menyerang kegiatan itu.

Itu sampai membuat pesepakbola ternama Cristiano Ronaldo menyewa pengawal khusus, dua orang yang mengawalnya dengan ekstra ketat. Dua sosok itu adalah mantan pasukan elite Portugal, Nuno Marecos dan mantan petarung Mixed Martial Art (MMA), Goncalo Salgado.

Itu dilakukan karena Ronaldo menjadi target, demikian pula Lionel Messi.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)