Kisah Haru Praka Nasri Yang Meninggal Saat Bertugas di Sudah, Afrika

Rekanbola – Menjadi seorang pengabdi Negara tentu bukanlah suatu hal yang mudah karena itu merupakan pilihan dimana kita harus berkorban banyak hal. Yang utama adalah ketika harus berpisah dengan keluarga, ditugaskan jauh dari kampung halaman, bahkan di luar negeri, serta harus siap berkorban nyawa ketika menjalankan tugas, seperti kisah Praka Nasri berikut.

Pria yang masuk dalam salah satu anggota pasukan perdamaian (peacekeepers) PBB asal Indonesia ini gugur ketika sedang menjalankan tugasnya di Sudan, Afrika Utara. Namun, kali ini ceritanya sedikit berbeda. Jika kebanyakan para anggota militer tertembak dan gugur di medan tempur, Praka Nasri mengalami kecelakaan tunggal yang berakhir maut.

Praka Nasri diketahui sudah 10 tahun berkecimpung di dunia militer. Ia sudah menjalani berbagai macam tahapan pelatihan untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB Uni Afrika (United Nations Hybrid Operation in Darfur). Sebelumnya, Praka ini diketahui bertugas di Indonesia bagian timur, Papua.

Praka mendapatkan tugas dikirim terbang ke Sudah, Afrika. Kala itu sedang terjadi pergolakan perang saudara disana. Konflik antar-saudara ini tentu menjadi hal yang pelik karena perebutan kekuasaan, hingga perebutan sumber daya alam.

Namun nahas nasibnya, pada awal  berita duka datang dari Suban, Afrika. Berita itu langsung diunggah melalui sebuah postingan dari Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudidi akun Twitternya.

Praka Narsi ketika itu sedang mengendarai mobil kontingen Indonesia, bersama kedua rekannya. Nahasnya, kecelakaan tersebut membuat kedua rekannya hanya menderita luka dan menewaskan dirinya ketika berada di wilayah El Ganeina, Darfur, Sudan Barat. Jenazah Praka Nasri dikirim pulang ke Indonesia dan tiba pada kamis malam  sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca Juga:   SAAT WAJAH CANTIK & TAMPAN SELEB DIGABUNG, MAKIN SEMPURNA

Menurut pernyataan Ibunya, sebelumnya putranya tersebut sempat mengirimkan pesan permintaan maaf kepada orangtuanya di kampung halamannya, Sumatra Selatan. Ia membuat pesan seolah ingin pergi jauh dan kembali dalam waktu yang lama

Ibunya juga sempat bermimpi buruk mengenai gigi gerahamnya patah. Jika membaca buku primbon itu merupakan hal buruk yang akan terjadi. Kematiannya Praka Nasri jelas membekas duka di hati keluarga

Praka nasri meninggalkan seorang istri Liliana Anggraini (30), serta anak yang berumur 3 tahun. Sementara istrinya yang berprofesi sebagai bidan di Ogan Ilir (OI) juga sedang hamil 4 bulan putra kedua mereka.

Sesampainya di rumah duka, Praka Nasri yang dikenal dinaikkan pangkatnya menjadi Kopral II. Ditambah lagi Kolonel Adrian yang merupakan Komandan menyampaikan bahwa anak dari Praka Nasri bisa didaftarkan menjadi anggota TNI dan bebas secara administrasi hingga ia berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *