Kisah Indra Sugiarto, Anak Desa yang Jadi Teman Berjuang Kaum Milenial

REKANBOLA – “Kita bisa menjadi apa pun yang kita impikan”, bukan sekadar ungkapan isapan jempol. Atau kalimat mengawang-awang yang tak dapat dibuktikan pencapaiannya.

Tak peduli latar belakang sebagai anak desa dan merasakan jatuh bangun menghadapi kegagalan. Asalkan mau bertahan dan berjuang, niscaya kesuksesan dapat digenggam.

Prinsip itulah yang diyakini Indra Sugiarto. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah, yang menempuh berbagai tantangan dan rintangan, hingga kini sosoknya dikenal sebagai penulis dan motivator milenial yang menginspirasi banyak orang.

Indra memulai kariernya sebagai mahasiswa jurusan kimia IPB (Institut Pertanian Bogor). Selama masa studi ini, Indra kerap dihadapkan dengan berbagai kesulitan. Bukan hanya tentang bagaimana supaya bisa terus kuliah sampai lulus, tapi juga memutar otak demi bertahan hidup.

Indra percaya, perjuangan dan keteguhan hati untuk bisa meraih mimpi, membuatnya mampu melompati batasan diri.

Untuk berbagi dengan banyak orang tentang kisah hidupnya, Indra meluncurkan buku yang berjudul Teman Berjuang. Buku ini mencoba memberikan gambaran kepada para pembaca, tentang bagaimana caranya meraih impian.

“Jangan pernah mengatakan atau bahkan berpikir dirimu tidak berguna. Karena kamu duduk dan mendengarkan cerita seseorang dengan tulus, hidupnya sekarang lebih ringan dalam melangkah, ‘You are not useless!,” kata Indra Sugiarto di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Maret 2019.

Menuru Indra, buku ini menemani para pembaca, untuk membaca petunjuk dari dalam diri sendiri. Berdialog dengan jiwa pembaca yang selama ini jarang diajak berbicara dan berdiskusi karena sibuk dalam ambisi. Bahkan buku ini mengingatkan diri kita yang sering lupa siapa kita sebenarnya.

Dalam masa preorder yang dilakukan pada bulan Februari 2019, buku Teman Berjuang sudah terjual 5.000 eksemplar dalam satu hari. Dan, sudah masuk cetak ulang ketiga dalam waktu satu minggu. Buku Teman Berjuang dijual dengan harga Rp84 ribu dengan 184 halaman.

Baca Juga:   Uniknya Souvenir Pernikahan Poppy Sovia dan Ahmad Gussaoki

Indra Sugiarto berharap buku ini bisa menjadi teman berjuang. Baik yang sedang memperjuangkan impian, berjuang di dunia kerja, dan yang sedang berjuang dalam membangun karier. (ase)