Kominfo Ingin Startup Indonesia Bisa Mengalahkan Silicon Valley Milik AS

REKANBOLA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, menargetkan 5000 perusahaan rintisan atau startup dalam 5 tahun ke depan. 5000 perusahaan tersebut, tergabung dalam Gerakan ‘The Next 1000++ Digital Startup’ yang diinisiasi oleh Kominfo sejak tahun 2016.

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO dan Ekonomi Digital Lis Sutjiati menyampaikan, bahwa sebenarnya dari Kominfo bukan menargetkan 5000 startup tetapi lebih kepada ide-ide besar anak muda sekarang atau generasi milenial.

“Sebenarnya bukan menargetkan 5000 startup. Tapi kita lebih menargetkan menjaring ide-ide besar yang ada di setiap anak Indonesia untuk bisa bisa memulai di proses. Jadi itu targetnya (waktunya) tidak terbatas,” kata Lis saat usai ditemui dalam acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, di Kota Denpasar, Sabtu (7/9).

Lis mengatakan, untuk menciptakan startup baru dari pihak pemerintah akan memfasilitasi ide-ide besar anak-anak muda Indonesia.

“Karena dari satu ide menjadi solusi dan menjadi startup itu bukan hitungan tahun. Tapi kita pastikan bahwa ide-idenya sudah mulai di proses ada yang nanti jadinya dalam satu tahun atau 2 sampai 3 tahun. Tapi kayaknya banyak ide-ide besar itu proses 5 tahun untuk bisa menjadi besar,” jelasnya.

Lis juga memaparkan, partisipasi startup di Indonesia sejak tahun 2016, sudah mencapai 45.000 startup. “Kalau dari partisipasi dari tahun kemarin saja 2016, yang partisipasi sudah 45 ribu. Tapi kan masih terus di proses, 45 ribu itu kan bergabung menjadi satu tim nanti akan diulang lagi. Kedepannya diharapkan kita bisa memproses sampai 150 ribu ide-ide baru,” katanya.

Lis juga menyampaikan, kendala menciptakan startup baru dari kalangan muda Indonesia adalah kurangnya kegigihan dan cepat menyerah. “Kendalanya adalah mungkin kegigihan, karena budayanya kita lebih kayak sekolah, masuk kalau misalnya tidak selesai (atau) gagal cari yang lain,” jelasnya.

Baca Juga:   Google Bangun Pusat Riset AI yang Pertama di Afrika

Menurut Lis, untuk menjadi inteprener dan menjadi solusi seharusnya anak-anak muda jangan mudah menyerah dan terus mengejar impiannya hingga tercapai. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan startup yang dimulai dari anak-anak muda. Ia sampai mencontohkan startup di Silicon Valley, California, Amerika Serikat (AS) yang menurutnya menjadi nomor satu di dunia.

“Kalau potensinya (Indonesia) luar biasa. Waktu kami di Silicon Valley untuk bisa mereka menjadi nomor satu di dunia mereka karyawan itu terdiri dari 130 kebangsaan. Kenapa, karena buat mereka untuk bisa maju mereka memberikan kreativitas inovasi. Mereka saja dari 130 kebangsaan, Indonesia minimum memiliki 13.000 etnik, 13.000 bahasa dan budaya. Jadi potensi kita sudah 100 kali lipat dibanding Silicon Valley,” jelasnya.