Dilaporkan ada 15 orang yang meninggal akibat peristiwa itu dan banyak orang yang menjadi korban luka-luka yang masih harus menjalani perawatan jangka panjang. Diantaranya, ada seorang pria berusia 25 tahun bernama Huang Bowei yang mendapat luka bakar begitu serius  yang melukai seluruh tangan dan kakinya. Luka bakar yang dialami begitu parah sehingga dokter pada akhirnya harus mengamputasi kedua kaki dan juga lengan kanannya. Pada awalnya Huang Bowei tidak ingin pergi ke acara tersebut, namun karena ajakan dan paksaan teman-temannya, ditambah lagi rumahnya tidak jauh dari Taman Air tersebut, ia pun pergi dan tidak menyangka kalau sekarang ia harus mengalami hal seperti ini.

Untuk bertahan hidup, Huang Bowei harus rutin melakukan rehabilitasi dan mengonsumsi obat-obatan. Setiap kali selesai berobat, kedua orang tuanya selalu senyum dan tertawa, lalu tidak lupa untuk memberitahu perihal hari, bulan, dan jam dengan detail. Pada awalnya Huang Bowei merasa aneh dan tidak mengerti, mengapa ayah dan ibunya selalu melakukan hal itu.

 

Huang Bowei pernah menjadi salah satu pembicara dalam suatu acara TV. Ia menceritakan kejadian mengenaskan pada hari itu. Ia mengatakan,”Saat itu, saya sedang berdiri di dekat panggung, lalu bubuk berwarna-warni pun bertebaran. Selang beberapa detik terdengar bunyi ledakan dan sekeliling sudah penuh dengan api. Aku bagai terjebak dalam lautan api dan mendengar jeritan orang-orang. Rasa sakit saat terbakar sungguh tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Aku merasakan rasa sakit yang teramat sangat, dan sempat aku berpikir kalau ajalku sudah dekat, namun aku teringat kedua orang tuaku. Dengan menahan sakit, aku berusaha untuk memberi kabar dan meminta pertolongan pada Ayah.”

Baca Juga:   Seapes-apesnya Kamu, Masih Belom Ada yang Bisa Ngalahin Nasib Sialn 8 Orang Ini

 

Pada saat dibawa ke rumah sakit, Huang Bowei sendiri sebenarnya masih dalam keadaan sadar, hanya saja badannya tidak bisa digerakkan sama sekali, seperti seluruh badannya terpaku. Hanya satu hal yang bisa ia digerakkan, yaitu kedua bola matanya. Oleh karena itu, ia selalu melihat setiap kali orang tuanya datang menjenguk, mereka selalu penuh tawa dan memberitahu hari, bulan, jam, dan kejadian yang terjadi di rumah. Menurutnya, karena waktu kunjungan terbatas, hal seperti itu hanyalah buang-buang waktu saja.

Tak lama kemudian ia baru menyadari mengapa orang tuanya melakukan hal itu. Ternyata, peluang hidupnya hanya tersisa 5% saja. Kedua orang tua selalu melakukan hal itu agar kelak, jika Huang Bo Wei tiba-tiba pergi, setidaknya ia bisa mengingat kapan ia meninggal, kapan terakhir kalinya ia hidup di dunia ini, dan hal terakhir yang ia lihat adalah wajah tersenyum dari keluarganya. Membuat ia memiliki memori indah sebelum pergi meninggalkan dunia ini.

Banyak orang begitu terharu ketika mengetahui cerita ini dan berkomentar:

“Sangat mengharukan!”

“Tidak ada yang lebih baik dari cinta kasih orang tua.”

“Aku sampai menangis, setiap orang tua pasti mencintai anaknya, kamu harus terus berjuang!”

“Kamu adalah pemuda pemberani, aku yakin kamu bisa membuat kejaiban!”

“Sungguh indah ada keluarga yang tetap mendukung dan mendampingimu, kamu harus semangat!”

Orang-orang pun menyemangati dan berharap agar Huang Bowei bisa segera keluar dari kesulitan ini, cepat sembuh, dan mempunyai masa depan yang lebih indah! Memang dokter mengatakan kalau peluang hidupnya hanya 5%, tapi nyawa manusia tetap saja di tangan Yang Maha Kuasa, jadi terus semangat dan berjuang Huang Bowei, kami akan selalu mendukungmu!

Baca Juga:   Sukses Menjadi Motion Graphic Designer yang Bekerja di Perusahaan Besar