Korban Selamat KM Sinar Bangun Diduga Lebih Banyak

Rekanbola – Proses pencarian korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, sudah memasuki hari kesembilan.

Tim dari Badan Pencari dan Pertolongan Nasional (dahulu Basarnas) menyatakan ada kemungkinan jumlah korban selamat sebenarnya lebih banyak, tetapi tidak terdata karena tak melapor kepada petugas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riyadil Akhir Lubis, mengakui ada indikasi korban lain yang selamat. Namun, dia tidak mengetahui alasan korban enggan melapor ke posko yang telah disiapkan, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (26/6).

Koordinator SAR Parapat, Torang Hutahaean, yang menjadi perwira operasi pencarian mengatakan kondisi itu bisa saja terjadi karena penumpang yang selamat takut untuk melapor. Pihaknya meminta korban KM Sinar Bangun lain yang selamat segera melapor dan membuat pernyataan dari kepolisian.

“Nanti akan dikoordinasikan dengan Polres,” kata Torang.

Proses pencarian penumpang dan kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba hari ini dilanjutkan dengan menggunakan helikopter dan kapal kecil.

Riyadil mengatakan helikopter yang dioperasikan itu milik Basarnas, PT Jafpa yang mengelola keramba di Danau Toba, dan Polri. Ketiga helikopter tersebut akan diterbangkan dari Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, untuk menyisir perairan Danau Toba.

“Awalnya, helikopter itu mau disiagakan di posko utama, tapi lokasinya kurang kondusif,” kata Riyadil.

Selain peralatan yang dimiliki Basarnas, pencarian juga dengan memanfaatkan sembilan kapal dari Pemerintah Kabupaten Samosir, serta perahu dari BPBD Sumatera Utara.

Dari proses pencarian selama delapan hari, tim gabungan telah menemukan sejumlah benda yang diduga milik penumpang KM Sinar Bangun. Antara lain helm, surat tanda nomor kendaraan, jaket, boneka, dan sepatu.

Baca Juga:   Pejabat Kemendagri Sampaikan Pesan Politik Tjahjo ke Relawan Jokowi

Proses pencarian telah dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. “Kondisi cuaca cukup bagus. Mudah-mudahan bisa memberikan hasil terbaik,” katanya.

KM Sinar Bangun yang mengangkut 188 penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Insiden terjadi pada 18 Juni sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 19 korban selamat dan tiga korban tewas.

Dalam pengumuman di posko terpadu di Pelabuhan Tigaras, identitas tiga korban tewas itu adalah Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Fajryanti (47), warga Kota Binjai, dan Indah Juwita Saragih (22), warga Sidamanik, Simalungun.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)