KPU Evaluasi Debat Ketiga: Ada Koreksi, Tapi Secara Total Baik

REKANBOLA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merampungkan rapat evaluasi debat ketiga calon wakil presiden. Beberapa catatan dan masukan akan menjadi bahan koreksi untuk debat keempat dan kelima.

“Debat ketiga itu bisa menjadi acuan untuk penyelenggaraan debat keempat maupun kelima. Sisi alokasi waktu bagi kandidat itu cukup leluasa sehingga moderator tidak terlalu banyak memotong,” kata Komisinoer KPU, Pramono Ubaid, usai rapat di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

Secara teknis, KPU menilai debat ketiga lebih sempurna dibanding dua debat sebelumnya. Khususnya, adanya lagu-lagu pada sesi jeda membuat kondusifitas suasana terjaga, tanpa adanya adu yel-yel yang berpotensi provokasi.

“Jeda iklan lebih tertib karena langsung diisi diseling lagu yang ada penyanyinya. Sehingga pendukung itu tidak punya waktu untuk mengeluarkan yel, berteriak. Itu catatan penting,” jelas dia.

Secara menyeluruh, lanjut Pramono, debat keempat dan kelima dipastikan akan mengikuti format debat ketiga. Hanya saja, masukan terkait jumlah undangan masih menjadi pembahasan. Khususnya, urgensi mengundang menteri sebagai tamu yang dinilai bertendensi condong ke kubu calon petahana.

“Konteks menteri itu dalam posisi dikhawatirkan akan ada konflik kepentingan, jadi KPU untuk debat keempat nanti akan lebih mengutamakan mengundang mungkin perguruan tinggi atau kelompok masyarakat yang memang punya kaitan dengan acara (tema) debat itu,” beber Pramono.

Baca Juga:   Akuarius, horoskop bulanan Anda untuk agustus 2018