Kronologi Penemuan Jasad Siswa SUPM Aceh Besar di Semak-Semak

REKANBOLA – RAS (16), siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh ditemukan tewas di semak-semak, Jumat (1/3). Jenazah ditemukan saat warga sedang menggembala domba.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Masjid Raya, dan jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polres Banda Aceh untuk autopsi lebih lanjut.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja menyebutkan, pihaknya terus mendorong Polri untuk menginvestigasi penyebab kematian siswa kelas 1 SUPM Negeri Ladong tersebut.

“Berdasarkan laporan SUPM Negeri Ladong, siswa asal Kampung Belawan, Sumatera Utara tersebut sudah tidak berada di asrama sejak Selasa (26/2) malam. Hal tersebut diketahui saat apel (pengecekan) malam. Pihak asrama kemudian segera mencari di sekitar kampus, namun Rayhan tak ditemukan,” kata Sjarief dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (6/3).

Pencarian dilanjutkan esok harinya, Rabu (27/2). Petugas asrama, guru dan pegawai SUPM Negeri Ladong berupaya mencari korban, tetapi masih tidak ditemukan. Pihak sekolah pun berupaya menghubungi keluarga untuk mengonfirmasi keberadaannya, namun ternyata Rayhan tidak pulang ke rumahnya. Hingga esok harinya Rayhan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Kasus ini telah ditangani Polri dibantu guru-guru dan petugas asrama. Petugas melakukan interogasi kepada teman-teman maupun senior korban.

“Pihak keluarga meminta agar segera diproses diteruskan, dan kami memang mendorong pihak Kepolisian segera menginvestigasi dan mencari tahu apa penyebab meninggalnya Saudara Rayhan tadi,” ungkap Sjarief.

Menurut Sjarief, pihaknya akan mengawal penyelidikan kasus kematian salah satu siswa SUPM yang berada di bawah naungan BRSDM KKP ini. Terkait kemungkinan adanya tindak kekerasan, Sjarief menyampaikan bahwa berbagai instansi pendidikan KKP tidak menggunakan kekerasan.

Baca Juga:   Polisi ungkap pengiriman 3 bal ganja disamarkan dalam paket buah cempedak

“Kita berketetapan bahwa di kampus-kampus di bawah naungan KKP tidak ada proses pendidikan seperti itu (menggunakan kekerasan). Dan seandainya terbukti ternyata ada pihak internal yang terlibat, maka kami akan melakukan tindakan yang tegas. Dari sisi pidana memang akan dikembalikan kepada pihak berwajib untuk melaksanakan. Dan kalau memang ada (yang terlibat), sanksi administrasi akan kami laksanakan, mulai dari tarunanya sendiri, kemudian pembinanya, sampai kepada SUPM-nya,” tegas Sjarief.

Setelah dilakukan autopsi, jenazah Rayhan dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Kepulangan jenazah tersebut diantar guru, pegawai, dan staf Pusdik SUPM Negeri Ladong. Rayhan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Belawan pada Minggu (3/3).