Lamborghini Kecelakaan di Sudirman, Adik Tak Tahu AM Todong Pistol ke Pelajar

Rekanbola  —  Lamborghini yang dikemudikan Abdul Malik saat todongkan pistol ke pelajar di kawasan Kemang Selatan, Jakarta, ditemukan dalam keadaan rusak. Super car tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Sarinah Senin dini hari.

Saat kecelakaan terjadi, mobil sedang dikemudikan adik AM. AM menyebut, mobil itu memang bisa dikendarai adiknya karena memegang kunci.

Adik AM mengaku tak tahu perihal kejadian yang dialami kakaknya sebelum membawa mobil itu pergi.

“Kita tanya kenapa dibawa, dia nggak tau. Dia bawa aja seperti biasa,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya usai dihubungi merdeka.com, Rabu (25/12).

Usai kejadian di Kemang, sambung Andi, Abdul memang tak bertemu dengan adiknya. Sehingga, sang adik tak tahu bahwa mobil itu akan disita kepolisian atas kasus penodongan pistol oleh AM.

“Saya udah bilang jangan dibawa ke mana-mana karena kita akan sita. Tapi untuk sementara tersangka dulu kita amankan, kita minta sama keluarga untuk jangan dipindahkan, tahunya adiknya sendiri dan tabrak sparator lalu lintas,” sambung Andi.

Penyebab kecelakaan masih didalami. Namun saat kejadian, adik AM ikut dibawa petugas.

“Ada kemarin, pas kita bawa adiknya juga ikut,” jelasnya.

Sebab AM Todong Pistol ke Pelajar

Dari hasil pemeriksaan polisi, pengemudi Lamborghini yang kini berstatus tersangka itu mengaku melakukan aksinya karena tak terima ucapan SMA dan AM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya Abdul melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengendarai Lamborghini berwarna oranye bernomor pelat B 27 AYR. Saat melintas, pengusaha properti ini bertemu dengan SMA dan AM sedang berjalan kaki.

Baca Juga:   Benarkah Generasi Lamborghini Akan Jadi Mobil Listrik?

“Memang pada saat itu dia merasa diteriaki dengan satu kalimat ‘mobil bos’, pemilik kendaraan tidak terima. Dia sampaikan ke kita bahwa dengan emosi tidak terima dengan perkataan anak muda tersebut,” kata Yusri di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (24/12).

Dengan emosi, Abdul mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Bahkan, Abdul mengejar SMA dan AM hingga memaksa kedua pelajar itu berhenti. Kedua pelajar itu sebelumnya melarikan diri usai mengetahui Abdul turun dari mobil.

Yusri menambahkan, Abdul sempat melepaskan tembakan ke udara tiga kali guna memberhetikan kedua pelajar tersebut.