Lion Air Rencanakan Terbang Ke Eropa

Rekanbola – Uni Eropa mencabut larangan terbang seluruh maskapai asal Indonesia. Artinya, kini maskapai nasional bisa melayani penerbangan ke Benua Biru.

Sebelumnya, pencabutan larangan terbang hanya dilakukan oleh beberapa maskapai. Pada 2009, 2011 dan 2016, hanya ada tujuh maskapai yang lolos dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa: Garuda Indonesia, AirAsia Indonesia, Lion Air, Mandala (tidak beroperasi), Batavia Air (tidak beroperasi), Ekspress Air dan Airfast Air.

Sekarang, pada 2018, seluruh maskapai nasional yang berjumlah 62 maskapai sudah diizinkan kembali terbang ke Eropa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan kabar baik ini diikuti dengan rencana maskapai nasional membuka rute penerbangan ke salah satu negara di Eropa.

“Sudah ada yang lakukan feasibility study, tapi belum bisa saya sebutkan namanya, kombinasi low cost carrier [LCC] dan full service,” kata Menhub.

Di Indonesia, maskapai yang memiliki dua layanan itu adalah Lion Air Group. Perusahaan yang dimiliki oleh Rusdi Kirana itu mengoperasikan Lion Air di kelas LCC, dan Batik Air di segmen full service.

Dikonfirmasi terkait rencana terbang Eropa, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait membenarkan pihaknya tengah mengkaji hal tersebut.

“Ada rencana,” ujarnya singkat kepada CNBC Indonesia, Sabtu (16/6/2018).

Lion Air Group sendiri saat ini sudah mengoperasikan tiga unit pesawat Airbus A330-300 yang berbadan lebar (wide body). Pesawat jenis ini memang ditujukan untuk penerbangan jarak jauh termasuk ke Eropa.

Namun, Edward belum mau mengungkapkan negara Eropa mana yang dituju oleh perseroan.

Saat ini, maskapai nasional yang melayani penerbangan ke Eropa hanya Garuda Indonesia antara lain ke Amsterdam (Belanda), Frankfurt (Jerman) dan London (Inggris).

Baca Juga:   Kapolres Siantar Razia Kos-kosan, 2 Cowok dan 1 Cewek Diamankan dari Cia Kost

 

 

(Sumber : cnbcindonesia.com)