Luhut Ajak Bank BUMN Kelola Duit Para Dermawan untuk Infrastruktur

REKANBOLA – Pemerintah akan menghimpun dana sumbangan para filantropi alias dermawan untuk membiayai proyek infrastruktur. Perbankan pun akan ikut ambil bagian dalam skema pembiayaan campuran alias blended finances ini.

Untuk itu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengundang perwakilan bank-bank BUMN membahas program tersebut. Bank pelat merah yang datang adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Menurut Direktur Tresuri dan Internasional Bank BNI Bob Tyasika Ananta perbankan akan menghimpun dana dari para dermawan alias dana filantropi. Nantinya, dana tersebut akan dialokasikan ke beberapa proyek pembangunan, salah satunya pariwisata.

“Konteksnya adalah bahwa untuk menarik dana dari filantropi fund buat masuk untuk menggerakkan pembangunan di Indonesia bisa pariwisata dan lainnya. Intinya mengajak perbankan buat support dan commit,” kata Bob ditemui usai rapat di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Salah satu proyek yang akan digarap dengan dana campuran ini adalah proyek pariwisata Danau Toba.

“Ada beberapa tadi, cuma yang rada detil di (proyek) pariwisata Danau Toba,” kata Bob.

Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo menambahkan saat ini memang banyak dana sumbangan dari para dermawan yang belum dikelola. Di sisi lain Perbankan mempelajari skema apa yang dipakai untuk mengelola dana para dermawan nanti.

“Ini kan konsep baru blended finance, jadi banyak dana dari luar sebagai filantropis fund belum dikelola dengan baik. Ada masalah di risking dan pembiayaan,” kata Haru.

“Karena ini tahap awal ini lagi liat skema bank gimana, masih introduction lah,” tutur Heru.

Baca Juga:   Bawa Parang, Pria di Dumai Pecahkan Kaca Kantor BNI dan Ancam Nasabah