Mahathir: Anggaran 2019 Untuk Semua Sektor

Rekanbola Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, mengatakan anggaran 2019 dikemukakan secara terinci merangkum setiap sektor tanpa melampaui kemampuan keuangan negara.

“Anggaran 2019 itu antara lain untuk wanita, generasi muda, masjid, bangunan agama lain serta hak bumiputera serta hak Sabah dan Sarawak,” kata Mahathir di Gedung Parlemen, Jumat (2/11), seusai penyampaian anggaran 2019 oleh Menteri Keuangan Lim Guan Eng.

Mahathir mengatakan pemerintahnya berupaya mencoba memenuhi harapan rakyat dan pada saat sama, anggaran untuk belanja negara tidak melebihi pendapatan.

“Kami tidak ada pinjaman untuk membuat perusahaan baru supaya bisa mencuri uang. Kami sangat berhati-hati, belanja yang kami bisa. Kalau tidak ada uang, kami tidak belanja,” katanya.

Saat ditanya mengenai anggaran Kementerian Pendidikan, yang menjadi penerima terbesar berjumlah RM60.2 bilion atau 19.1 persen dari keseluruhan belanja pemerintah, Mahathir mengatakan bidang tersebut amat penting buat rakyat dan negara.

Sementara itu, Ketua Partai Oposisi Dato Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan anggaran 2019 tidak ada garis panduan untuk mewujudkan lebih banyak peluang kerja.

“Anggaran itu hanya menyebutkan rencana latihan dan bimbingan. Itu membuang waktu, sedangkan rakyat mau penyelesaian segera. Bagaimanapun, ada yang bisa dianggap baik, khususnya penerima BR1M (bantuan di Malaysia) dan bantuan lain,” katanya.

Dia mengatakan tidak ada yang istimewa untuk rakyat terutama bagi mengatasi biaya hidup mereka.

“Ada berita baik mengenai pengguna angkutan umum tetapi ia lebih kepada pengguna di tempat ada LRT dan MRT,” katanya.

Zahid menilai ada yang baik seperti RM1.2 miliar untuk kemajuan Islam.

“Anggaran ini tidak ada pengkhususan langsung bagi menarik dan meningkatkan semula penanaman modal asing. Dari mana kita akan dapat hasil,” katanya.

Baca Juga:   Dokter Ingatkan Novel Baswedan Berhati-hati Saat Salat

Dia menilai, secara umum, anggaran 2019 adalah anggaran yang dimodifikasi dari pemerintah terdahulu sehingga dasarnya sudah tersedia tetapi tidak ada yang menarik untuk rakyat secara keseluruhan.

“Itu anggaran untuk memopulerkan pemerintah, untuk pemerintah dan bukan untuk rakyat,” katanya.